Isu Pasang RFID Bayar Rp 200.000 Bikin Warga Panik dan Antre di SPBU

Isu Pasang RFID Bayar Rp 200.000 Bikin Warga Panik dan Antre di SPBU

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 29 Nov 2013 11:10 WIB
Isu Pasang RFID Bayar Rp 200.000 Bikin Warga Panik dan Antre di SPBU
Jakarta -

Isu pemasangan RFID (Radio Frequency Identification) pada kendaraan dengan harus bayar Rp 200.000 mulai Desember 2013 membuat warga panik. Banyak pemilik kendaraan roda empat termakan isu tersebut sehingga rela mengantre di beberapa SPBU Jakarta.

Seorang warga Mampang Jakarta Selatan, Ikhsan termasuk yang termakan isu tersebut. Pemilik mobil ini rela mengantre di SPBU Pertamina untuk dipasangkan alat RFID agar tetap mendapat jatah BBM subsidi.

"Saya kerja di Gatot Soebroto, di kantor Jamsostek, dari kemarin saya lihat di SPBU Gatot Soebroto, saya lihat dari kantor panjang sekali antreannya. Saya ikut panik juga, ikut pasang, tapi antrean sudah penuh dan dialihkan ke SPBU lain," kata Ikhsan kepada detikFinance di SPBU COCO Pertamina, Kuningan, Jumat (29/11/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sudah mengantre, Ikhsan termasuk yang harus gigit jari. Ia sempat berkeliling ke SPBU di Gatot Soebroto namun ditutup untuk pendaftaran RFID karena sudah penuh, lalu bergeser ke SPBU Kuningan, lagi-lagi juga ditutup karena hal yang sama.

"Akhirnya saya baca pengumuman di dinding, ternyata gratis, bisa dipasang kapan saja, jadi agak lega. Sebelumnya saya sempat dapat informasi bahwa di BBM (BlackBerry Messenger) bahwa pemasangan RFID Desember nanti bayar Rp 200.000," katanya.

Sementara itu para pengguna motor di SPBU Kuningan, ternyata banyak yang belum tahu bahwa RFID juga akan dipasang di kendaraan roda dua. Seorang pengguna motor yang tak mau disebutkan namanya mengaku heran dengan antrean tersebut, ia mengaku tak tahu motor bisa juga dipasang RFID.

"Ini RFID tak hanya mobil tapi motor juga berlaku," kata petugas PT INTI yang memasang RFID di lokasi.

Pemasangan RFID di SPBU Kuningan ini juga diwarnai perdebatan sesama pengendara yang menyalahkan Pertamina dianggap terlalu mendadak menerapkan pemasangan RFI. Mereka mengetahui dari TV soal pemasangan RFID Desember ini, padahal yang yang berugas memasang RFID bukanlah PT Pertamina, namun petugas dari PT INTI.

"Ini gimana sih Pertamina," kata seorang pengendara menggerutu.

Pantauan detikFinance, berdasarkan catatan petugas PT INTI di SPBU Kuningan, jumlah antrean kendaraan sudah mencapai 150, umumnya kendaraan roda empat.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads