Namun walaupun belakangan ini minat masyarakat terhadap pemasangan RFID sempat membludak namun angkanya masih minim yakni hanya sekitar 55.000 kendaraan, padahal untuk Jakarta saja ditargetkan terpasang 4,5 juta kendaraan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir mengatakan pemasangan RFID secara umum jumlah yang terpasang di Jakarta masih sangat minim, apaagi bila melihat target keseluruhan mencapai 100 juta unit RFID yang harus dipasang di kendaraan umum maupun pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali mengakui animo masyarakat masih sangat minim untuk memasang RFID. Padahal alat tersebut penting, dan masyarakat diberikan secara cuma-cuma alias gratis.
"Masih minim, ya yang membludak kemarin kan karena ada isu Desember RFID tidak gratis harus bayar Rp 200.000, padahal tidak. Semua gratis, bahkan kita sudah buka pemasangan RFID sejak dua bulan lalu, ya yang masang sehari paling 3-5 kendaraan," ucapnya.
Seperti diketahui PT INTI memenangkan tender pasangan RFID sebanyak 100 juta unit kendaraan dan 92.000 nozel SBPU diseluruh Indonesia. Kontrak keduanya akan berlangsung selama 5 tahun.
Jika sistem ini sudah bisa diterapkan maka PT Pertamina akan membayar kepada INTI sebagai pengembalian investasi Rp 18 per liter dari setiap BBM subsidi yang tersalurkan melalui sistem RFID ini.
Pertamina mengharapkan program ini selesai sesuai target yang ditentukan yakni Juli 2014. Artinya pada saat itu 100 juta kendaraan dan 92.000 nozel SPBU di seluruh Indonesia sudah terpasang RFID.
(rrd/hen)











































