ESDM: Orang Kaya yang Punya Mobil Mewah Sudah Malu Beli BBM Subsidi

ESDM: Orang Kaya yang Punya Mobil Mewah Sudah Malu Beli BBM Subsidi

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 03 Des 2013 11:10 WIB
ESDM: Orang Kaya yang Punya Mobil Mewah Sudah Malu Beli BBM Subsidi
Jakarta - Naiknya harga BBM subsidi jenis premium pada Juni 2013 dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.500 per liter berdampak pada menurunnya konsumsi BBM subsidi. Saat ini kuota BBM subsidi masih di bawah kuota sebesar 5%.

"Alhamdulillah, dalam rapat kemarin di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, diketahui konsumsi BBM subsidi turun, saat ini kuotanya masih di bawah kuota sebesar 5%," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam Seminar Konvervasi Energi Nasional, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (3/12/2013).

Rida mengatakan, turunnya konsumsi BBM subsidi jenis premium ini karena naiknya harga BBM subsidi beberapa waktu lalu. Kenaikan harga itu membuat disparitas atau perbedaan harga makin kecil dengan BBM non subsidi. Kondisi ini membuat orang mampu beralih membeli BBM jenis pertamax.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena BBM subsidi naik orang mulai berhemat, ada pula karena selisih harganya makin kecil orang beralih ke pertamax, ada pula orang-orang kaya dan yang punya mobil bahkan mobil mewah sudah malu beli BBM subsidi," ucapnya.

Rida menambahkan walau secara total kuota BBM subsidi jenis premium masih di bawah kuota, namun konsumsi solar subsidi masih di atas kuota.

"Premiumnya turun, tapi solarnya naik, tapi secara total konsumsinya di bawah kuota. Ini cukup menenangkan, biasanya di akhir tahun seperti ini di tahun-tahun sebelumnya kita dipusingkan dengan jatah BBM subsidi yang mau habis," katanya.

Seperti diketahui, tahun ini jatah BBM subsidi ditetapkan sebesar 48 juta kiloliter. Jatah yang sama juga sudah ditetapkan pada 2014 yakni sebesar 48 juta kiloliter juga.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads