"Alhamdulillah, dalam rapat kemarin di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, diketahui konsumsi BBM subsidi turun, saat ini kuotanya masih di bawah kuota sebesar 5%," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam Seminar Konvervasi Energi Nasional, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (3/12/2013).
Rida mengatakan, turunnya konsumsi BBM subsidi jenis premium ini karena naiknya harga BBM subsidi beberapa waktu lalu. Kenaikan harga itu membuat disparitas atau perbedaan harga makin kecil dengan BBM non subsidi. Kondisi ini membuat orang mampu beralih membeli BBM jenis pertamax.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rida menambahkan walau secara total kuota BBM subsidi jenis premium masih di bawah kuota, namun konsumsi solar subsidi masih di atas kuota.
"Premiumnya turun, tapi solarnya naik, tapi secara total konsumsinya di bawah kuota. Ini cukup menenangkan, biasanya di akhir tahun seperti ini di tahun-tahun sebelumnya kita dipusingkan dengan jatah BBM subsidi yang mau habis," katanya.
Seperti diketahui, tahun ini jatah BBM subsidi ditetapkan sebesar 48 juta kiloliter. Jatah yang sama juga sudah ditetapkan pada 2014 yakni sebesar 48 juta kiloliter juga.
(rrd/dnl)











































