Bila RFID Diterapkan, Konsumsi BBM Kendaraan Bisa Dibatasi

Bila RFID Diterapkan, Konsumsi BBM Kendaraan Bisa Dibatasi

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 03 Des 2013 14:52 WIB
Bila RFID Diterapkan, Konsumsi BBM Kendaraan Bisa Dibatasi
Foto: Alat RFID (dok.detikFinance)
Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan PT INTI (Persero) sedang gencar melakukan pemasangan alat monitoring dan pengendalian BBM subsidi atau Radio Frequency Identification (RFID). Jika sistem ini berlaku, maka bisa dilakukan pembatasan BBM subsidi.

"RFID diberlakukan mungkin pembatasan BBM juga akan dilakukan," ungkap Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, dalam acara Seminar Konservasi Energi, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (3/12/2013).

Rida mengungkapkan, dengan berlakunya sistem RFID maka akan memudahkan pemerintah untuk mengontrol subsidi BBM tepat sasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi 77% subsidi BBM saat ini tidak tepat sasaran, kalau ada sistem ini maka akan memudahkan pemerintah dalam mengontrol dan memberikan subsidi BBM tepat sasaran," ungkapnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, sistem RFID memungkinkan pemerintah untuk membatasi kuota konsumsi BBM subsidi tiap kendaraan.

"Nantinya setelah RFID ini sistemnya diterapkan, pemerintah sangat bisa membatasai kuota atau konsumsi BBM subsidi per kendaraan, itu jika pemerintah memberlakukan pembatasan, karena sistem dan alatnya sudah ada," ujar Ali.

Ali menambahkan, bila pemerintah memutuskan adanya pembatasan konsumsi BBM subsidi tiap kendaraan, maka kendaraan-kendaraan yang memiliki RFID akan dibekali dengan kartu pintar (smartcard) yang berisi kuota BBM subsidi yang bisa digunakan bisa per hari atau per bulan.

"Nanti ada smartcard-nya, INTI akan berikan kartu yang isinya kuota BBM subsidi, alatnya juga sudah ada terpasang diseluruh SPBU di Jakarta. Sekali lagi jika pemerintah mengeluarkan ketentuan pembatasan, kalau tidak ya RFID fungsinya hanya monitor berapa konsumsi BBM subsidi yang tersalurkan," ungkap Ali.

Ali mengungkapkan, bila suatu daerah sudah diterapkan sistem RFID ini, maka setiap kendaraan tidak akan bisa mengisi BBM subsidi jika tidak ada RFID yang terpasang mulut tangki BBM kendaraan.

"Nantinya begitu, kalau RFID sudah diterapkan, setiap kendaraan yang mau isi BBM subsidi wajib ada RFID-nya, kalau nggak ya enggak bisa isi BBM subsidi, yang boleh ya isi BBM non subsidi (pertamax)," tutupnya.

Seketaris Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto menambahkan, tanpa RFID kendaraan tidak bisa isi BBM subsidi.

"Hal itu berlaku jika suatu daerah sudah dinyatakan cukup masa sosialisasi dan hampir sebagian besar kendaraan di daerah tersebut telah terpasang RFID," tambah Djoko.

Namun sampai saat ini, belum jelas kapan sistem RFID ini akan diberlakukan oleh pemerintah.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads