Direktur Utama PLN Nur Pamudji meminta mundur dari jabatannya di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. Sangat disayangkan pria yang pernah mendapat penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) ini harus meninggalkan PLN.
Menteri BUMN Dahlan Iskan sendiri yang mengaku sangat menyayangkan jika Nur sampai mengundurkan diri. Menurut Dahlan, sangat sulit mencari orang yang 'bersih' di Indonesia saat ini.
"Sekarang ini cari orang jujur bersih itu sulit. Saya sayangkan kalau mengundurkan diri," kata Dahlan di Subang, Jawa Barat, Jumat (6/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bulan Oktober 2010 Nur meraih penghargaan anti korupsi dari BHACA. Ini merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada pejabat yang terjaga dari suap dan korupsi.
Selain Nur, ada juga pria yang mendapat penghargaan sama, yaitu Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Dewan juri yang melakukan penilaian yakni Betti Alisjahbana, Achmad Santosa, Agung Pambudhi, Rikard Bangun, dan Luky Djani. Seluruh dewan juri sepakat bahwa untuk tahun 2013 kedua tokoh dinilai telah mampu secara tegas melawan korupsi dan membawa serta jajarannya dalam institusi untuk tidak terlibat korupsi.
"Kalau Pak Ahok kami melihat terobosannya salah satunya adalah rapat anggaran yang diunggah di YouTube, dan Pak Nur dengan program 'PLN No Suap'-nya. Keduanya adalah ide brilian yang melawan korupsi," ungkap salah seorang Betti waktu itu.
Dalam peringatan hari listrik nasional, Minggu 27 Oktober 2013 silam di kantor PLN Distribusi Jabodetabek, Gambir, Nur Pamudji menuturkan tidak banyak orang yang bisa mendapatkan penghargaan tersebut. Sehingga, Ia mengaku cukup bangga atas penghargaan yang diterimanya.
"Tidak banyak orang yang mendapatkan brand anti suap. Beberapa tahun sebelumnya itu Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kemudian walikota Solo yang sekarang Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang sebelumnya juga mendapatkan," ungkap Nur dalam sambutannya kala itu.
Nur mengatakan, indikator dari prestasi tersebut sebenarnya terlihat dari kinerja PLN. Perusahaan pelat merah tersebut menurutnya sejauh ini terbukti juga terjaga dari korupsi.
"Ini merupakan wujud dari aksi PLN sebagai perusahaan yang bebas dari tindakan suap menyuap," jelasnya.
Ia mempersembahkan penghargaan tersebut untuk seluruh masyarakat kelistrikan Indonesia. Siapapun yang mendukung tersalurkannya listrik sampai pelosok negeri, layak bangga dengan penghargaan ini.
"Penghargaan juga saya persembahkan untuk seluruh warga PLN dan masyarakat kelistrikan Indonesia," pungkasnya.
(ang/dnl)











































