Permintaan Resign Bos PLN Mengagetkan

Permintaan Resign Bos PLN Mengagetkan

- detikFinance
Jumat, 06 Des 2013 15:35 WIB
Permintaan Resign Bos PLN Mengagetkan
Foto: Nur Pamudji (dok.detikFinance)
Jakarta - Hari ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dapat kabar Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengajukan pengunduran diri. Namun Dahlan meminta Nur bertahan. Permintaan Nur untuk mengundurkan diri sangat mengejutkan.

Manajer Senior Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, dirinya kaget dengan permintaan mundur dari bosnya tersebut

"Saya kaget, karena sekarang kan Pak Dirut sedang gencar-gencarnya membangun PLN bersih. Tapi kok jadi kayak gini. Saya tidak tahu rencana ini sebelumnya. Saya tahunya dari media," ujar Bambang kepada detikFinance di kantor pusat PLN, Jakarta, Jumat (6/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai saat ini, Nur Pamudji masih setia bekerja di PLN. Saat detikFinance menyambangi ruangannya, staf PLN mengatakan Nur sedang sibuk seperti biasa melakukan sejumlah rapat internal PLN.

Menurut informasi dari internal PLN, mundurnya Nur Pamudji dikarenakan kriminalisasi 5 pegawai PLN oleh Kejaksaan Agung. Hal ini terjadi karena diduga melakukan korupsi pada proyek pengadaan flame turbine di 12 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Belawan, Medan pada 2007-2009.

"Salah satu yang membuat beliau mundur adalah karena merasa tidak dapat membantu pegawainya yang dikriminalisasi dan ditahan Kejaksaan Agung karena dianggap korupsi di proyek flame turbine di Belawan Medan," ungkap sumber detikFinance di PLN.

Menurut sumber itu, Kejaksaan Agung dianggap tidak mengerti bisnis dan tata kelola kelistrikan, karena proyek flame turbine tersebut dimaksudkan agar masyarakat di Belawan tidak mati lampu.

"Lima pegawai PLN mulai dari General Manajer sampai bawahannya ditahan, padahal mereka niatnya baik, jika tidak dilakukan percepatan pada proyek pengadaan turbin tersebut maka mati lampu semua di Belawan. Kalau seperti dikriminalisasi, maka semua pegawai di PLN harusnya bisa ditahan semua. Karena tidak bisa membantu banyak, Beliau (Nur Pamudji) merasa tidak berguna, beliau bilang buat apa saja jadi Dirut," katanya.


(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads