RI Impor Minyak Rp 21 T/Bulan, Pemerintah Andalkan Program Biofuel

RI Impor Minyak Rp 21 T/Bulan, Pemerintah Andalkan Program Biofuel

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 09 Des 2013 18:00 WIB
RI Impor Minyak Rp 21 T/Bulan, Pemerintah Andalkan Program Biofuel
Jakarta - Pada Oktober 2013 lalu, total impor minyak Indonesia mencapai 2,24 juta ton, dengan nilai US$ 2,14 miliar atau sekitar Rp 21 triliun. Pemerintah mengandalkan program mandatori atau wajib biofuel untuk menekan impor ini.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengaku optimistis, kebijakan pemanfaatan biofuel yang telah dikeluarkan akan menekan impor minyak. Namun butuh waktu untuk pengurangan impor tersebut. Seperti diketahui, saat ini ada kewajiban setiap liter solar yang dijual harus mengandung 10% biofuel.

"Program biofuel pasti ini juga membutuhkan waktu. Kalau tidak ingin membutuhkan waktu, apa dong?" ungkap Chatib di kantornya, Jakarta, Senin (9/12/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu untuk program lainnya, Chatib menyerahkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Karena dalam praktiknya, Kementerian ini yang mengatur upaya untuk mengurangi impor minyak.

"Nah itu tanya sama ESDM," sebutnya.

Chatib mengatakan, masih tingginya impor minyak bulan lalu dikarenakan gangguan pada kilang Balongan. Menurutnya ini hanya bersifat sementara, dan kedepan impor diharapkan terus menurun.

"Trade deficit bulan yang lalu, karena impor minyak mentahnya naik gara-gara ada overhaul (perawatan) di Balongan. Kan saya bilang waktu itu ini sementara," ujar Chatib.

Seperti diketahui, impor hasil minyak terdiri dari impor premium yang sebesar 1,04 juta ton atau US$ 1,06 miliar. Kemudian bahan bakar pesawat 1.856 ton atau US$ 2,66 juta. Kemudian bahan bakar diesel 775 ribu ton atau US$ 685,3 juta dan hasil minyak lainnya 424 ribu ton atau US$ 390,8 juta.

(mkj/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads