Bos Pertamina Datangi Kantor Kemenkeu Bahas Kilang Minyak

Bos Pertamina Datangi Kantor Kemenkeu Bahas Kilang Minyak

- detikFinance
Senin, 09 Des 2013 19:50 WIB
Bos Pertamina Datangi Kantor Kemenkeu Bahas Kilang Minyak
Foto: Karen Agustiawan (Dok.detikFinance)
Jakarta - Sore ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mendatangi kantor Kementerian Keuangan untuk membahas rencana pembangunan kilang minyak oleh dua investor asal Timur Tengah.

Karen menemui Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan jajaran Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Pertemuan berlangsung cukup lama, yaitu sekitar dua jam sejak pukul 17.00 WIB. Salah satu pembicaraannya adalah terkait pembangunan kilang minyak yang diminati oleh Kuwait Petroleum dan Saudi Aramco.

"Pertamina kan masalah pembangunan kilang dan sebagainya. Itu dibahas tadi," ungkap Kepala Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Rofianto Kurniawan usai pertemuan di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Senin (9/12/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wamenkeu Bambang Brodjonegoro sebelumnya mengatakan, kedua investor ini sebelumnya meminta beberapa insentif yang tidak masuk akal. Seperti lahan, pembebasan pajak daerah, kelonggaran tax holiday, dan yang lainnya. Rofianto menilai belum hal itu masih terus dikaji.

"Kilang kan permintaanya banyak. ini tadi belum ada kesepakatan. Artinya masih kita kaji, masih kita pertimbangkan," ujarnya.

Karen yang juga ditemui usai pertemuan tampak enggan bertemu dengan awak media. Ia hanya mengungkapkan pertemuan ini untuk membahas rencana Pertamina 2014.

"Membahas ini saja, rencana pertamina untuk 2014. Rencana biasa saja, investasi biasa saja," kata Karen.

Sebelumnya, Karen pernah mengatakan, Kuwait Petroleum dan Saudi Aramco sudah mempunyai komitmen akan memberikan produksi BBM sebesar 600.000 barel atau masing-masing sebesar 300.000 barel per hari. Namun menunggu insentif yang dalam 2 tahun ini tidak dikabulkan.

Pada kesempatan itu, Rofianto juga mengatakan, saat ini banyak investor yang berminat membangun kilang minyak di Indonesia.

"Kalau di rapat tadi sih intinya, mau dibuka saja biar di beauty contest kan. Intinya investor yang benar-benar beminat dengan insentif yang disediakan itu yang jalan," ungkap Rofianto

Ia mengaku beberapa investor asing lain secara informal telah menyatakan minatnya. Namun saat ini masih ditunggu keseriusan untuk membangun kilang.

"Jadi ada beberapa investor yang berminat seperti ini, nah itu kita timbang-timbang, yang paling pas untuk kita dengan insentif yang bisa kita berikan," sebutnya.

Saat ini mencuat ke permukaan memang hanya ada dua investor. Namun dikarenakan permintaan insentif yang berlebihan, pemerintah belum mau menyetujui. "Sebenarnya ada beberapa yang lain, tapi yang selama ini mencuat kan dua itu, padahal sebenarnya pada pembicaraan informal itu ada juga yang lain," kata Rofianto.
(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads