Program RFID Dinilai Salah Arah dan Sia-sia

Program RFID Dinilai Salah Arah dan Sia-sia

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 11 Des 2013 13:00 WIB
Program RFID Dinilai Salah Arah dan Sia-sia
Foto: Alat RFID (dok.detikFinance)
Jakarta - Pemasangan perangkat monitor konsumsi BBM yaitu Radio Frequency Identification (RFID) dinilai Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) salah arah. Program ini pada kenyataannya banyak melibatkan pemilik kendaraan mewah yang rela mengantre untuk bisa memasang RFID di dalam kendaraannya.

"Bagi BPKN, program pemasangan RFID ini melibatkan banyak kelas (golongan masyarakat) termasuknya mobil mewah jadi program ini terkesan salah arah termasuk untuk pembatasan penggunaan premium karena banyak mobil mewah yang rela antre. BPKN telah melakukan mekanisme melalui monitoring evaluasi di beberapa SPBU," ungkap Wakil Ketua BPKN Yusuf Shofi saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2013).

BKPN pernah memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mencabut secara keseluruhan subsidi BBM. Cara ini dilakukan agar penggunaan bahan bakar bisa dibatasi. Tetapi pemerintah justru memilih menaikkan harga BBM, ketimbang mencabut subsidi BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita pernah memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan BPKN memutuskan komisioner untuk menjadi saksi ahli. Bagi kami mengusulkan subsidi lebih baik dicabut saja karena rawan kriminalisasi. Subsidi adalah akar dari kejahatan," imbuhnya.

Kemudian Yusuf juga menyesalkan beredarnya informasi dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab mengenai pungutan sejumlah uang tertentu untuk memasang RFID. Termasuk informasi yang tak benar mengenai denda jika masyarakat melewati batas waktu pemasangan RFID pada akhir November 2013 ini. Menurutnya ini adalah tugas dari instansi terkait agar sosialisasi sistem RFID bisa dilakukan dengan baik kepada para konsumen agar konsumen bisa mendapatkan informasi yang jelas.

"Informasi RFID bersifat asimetris yang hanya tahu banyak adalah pelaku usaha itu sendiri. Kemudian informasi juga masih simpang siur termasuk kapan terakhir RFID dipasang. Di banyak SPBU mengatakan pemasangan RFID berakhir tanggal 31 Desember 203. Itu yang meresahkan masyarakat," imbuhnya.Β 

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads