Manajer Humas PLN PUsat Bambang Dwiyanto menceritakan, kemarin, Wakil Gubernur DKI Basuki T. Purnama atau yang akrab disapa Ahok, mendatangi kantor pusat PLN.
"Lalu diterima oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji dan Direktur Perencanaan dan Afiliasi Anak Perusahaan Murtaqo Syamsuddin," kata Bambang dalam keterangannya, Kamis (12/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendengar maksud Ahok, Murtaqi menceritakan tentang sistem Pengelolaan dan Pengawasan arus Pendapatan Secara Terpusat (P2APST) dan sumbang pikiran PLN untuk pajak online.
Ahok melihat ada sistem yang menarik pada P2APST, yaitu adanya "reference code'. "Jadi orang tidak bisa melakukan transaksi sebelum ada izin dari saya (kontrol transaksi otentik). DKI masih crowded. Online DKI belum mencatat reference code ini", kata Ahok.
Sementara Nur Pamudji mengatakan, penerapan reference code mudah sekali, dan PLN bisa melakukan untuk pelanggan di seluruh Indonesia seraya memberikan semangat kepada Ahok.
Mendengar penjelasan ini, Ahok mengatakan penerapan kode referensi mirip dengan transaksi kartu kredit.
"Ketika saya mau belanja harus approval dulu berdasarkan reference code. Kita tidak butuh data orang yang belanja, tetapi pajak sudah bisa dipungut. Ini sudah dilakukan PLN, tinggal dicontoh saja dan disesuaikan dengan kebutuhan DKI. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta ingin membuat setiap pendapatan bahkan pengeluaran dapat diketahui oleh masyarakat luas (transparan)," kata Ahok.
Sementara itu, saat Murtaqi juga bercerita tentang pelanggan prabayar (listrik pintar), Ahok langsung memotong dan mengatakan kepada Murtaqi “Saya pelanggan Bapak yang prabayar lho Pak” kata Ahok.
Tak lama kemudian, Ahok menoleh kepada stafnya dan memerintahkan agar semua kantor pemerintahan di wilayah DKI segera diganti dan dipasang meter prabayar.
Di akhir pertemuan, Ahok sepakat dengan PLN bahwa yang masih diperlukan oleh pemerintahannya untuk membangun sistem selain infrastruktur, data Induk Wajib Pajak dan proses bisnis adalah reinforcement atas sistem dan mekanisme yang sudah dibentuk dan kemauan atau tekad manajemen serta komitmen pucuk pimpinan.
(dnl/ang)











































