Dengan Nuklir, Krisis Listrik RI Bisa Diatasi

Dengan Nuklir, Krisis Listrik RI Bisa Diatasi

- detikFinance
Selasa, 17 Des 2013 11:27 WIB
Dengan Nuklir, Krisis Listrik RI Bisa Diatasi
Jakarta - Elektrifikasi atau tingkat kelistrikan di Indonesia masih di bawah 80%, sehingga masih sering terjadi byat-pet. Bahkan di Sumatera Utara terjadi krisis listrik. Tanpa bantuan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia akan terus mengalami krisis listrik.

"1 dasawarsa terakhir ini kita krisis listrik, banyak desa-desa masih belum teraliri listrik, banyak daerah krisis listrik, kondisi ini akan terus terjadi, dan hanya bisa teratasi jika ada nuklir (PLTN)," kata Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Agustiawan di seminar Pertamina Energy Outlock 2014, Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (17/12/2013).

Herman mengatakan keberadaan PLTN sangat vital karena dapat memasok kebutuhan listrik yang makin hari makin tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara konsumsi listrik kita masih rendah rata-rata hanya 800 kWh, ini tentu sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat kita," ucapnya.

Herman mengakui Indonesia banyak memiliki potensi energi terbarukan, mulai dari panas bumi (geothermal) dimana Indonesia memiliki cadangan terbesar di dunia. Indonesia punya potensi energi matahari, gelombang laut, air, angin dan macam-macam.

"Keragaman energi kita banyak, tapi kita tidak kaya energi karena penduduk kita banyak sekali, tidak akan cukup hanya dengan energi terbarukan. 2025 kita harus punya kapasitas listrik sebesar 155 GW, artinya per tahun harus ada 75 GW, itu sulit tercapai, makanya tanpa nuklir semuanya omong kosong, tidak akan mungkin tercapai, kita akan terus krisis listrik, harus ada nuklir," tutupnya.
(rrd/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads