Listrik tersebut berasal dari PLTU Tarahan di Bandar Lampung yang sudah dibangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang tersebut. Dulu, justru PLN yang menjadi penjual listrik ke Bukit Asam sebelum PLTU tersebut rampung.
Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Joko Pramono mengatakan, setelah PLTU Tarahan ini beroperasi maka Bukit Asam bisa menghemat pemakaian energi hingga 320 miliar selama 20 tahun ke depan jika dibandingkan dengan beli listrik dari PLN seperti selama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibangunnya PLTU Pelabuhan Tarahan ini sejalan dengan program pemerintah untuk menekan pemakaian energi yang bersumber dari BBM," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/12/2013).
Perjanjian pembelian listrik itu ditandatangani oleh Senior Manager Pemasaran Batubara Bukit Asam Iskandar Surya Alam dan General Manager PLN I Made Artha di Jakarta.
PLN juga mendapat keuntungan dari pembelian saham ini karena bisa menekan keterbatasan daya listriknya untuk masyarakat sebesar 12,5-18,6 MW.
Pada Juli 2012 lalu, Bukit Asam juga sudah menjual listrik kepada PLN dari PLTU Tanjung Enim 3x10 MW dengan tarif yang sama.
(ang/dnl)











































