Sofjan mengatakan untuk merealisasikan kebijakan tersebut, tidaklah mudah karena butuh kekuasaan yang lebih besar lagi daripada hanya seorang wakil gubernur.
Ia menyarankan Ahok sebagai pencetus ide tersebut menjadi terlebih dahulu jadi presiden. Agar kebijakan yang dinilai tepat itu langsung diputuskan dan bisa segera terealisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sofjan, sudah banyak ide untuk mengatasi membengkaknya subsidi BBM yang selama ini memberatkan anggaran negara. Namun karena pembahasan dan birokrasinya terlalu rumit akhirnya tidak ada yang terealisasi.
"Ide yang seperti ini kan banyak. Tapi banyak bahas rapat sana sini tapi nggak ada yang jadi. Ya sekarang kalau cuma Pemprov kan sulit," jelasnya.
Di samping itu, kata Sofjan diperlukan integrasi kebijakan, terutama untuk wilayah di sekitar Jakarta seperti Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor.
"Karena mobil itu datangnya dari Depok, Bogor, Tangerang itu semuanya kan belanja di sana. kalau cabut di Jakarta, kan bisa di sana," ujar Sofjan.
(mkl/hen)











































