Saat Ahok Sindir Menteri Soal Mobil Murah dan Sebut Subsidi BBM Seperti Usus Buntu

Saat Ahok Sindir Menteri Soal Mobil Murah dan Sebut Subsidi BBM Seperti Usus Buntu

- detikFinance
Jumat, 20 Des 2013 10:24 WIB
Saat Ahok Sindir Menteri Soal Mobil Murah dan Sebut Subsidi BBM Seperti Usus Buntu
Foto: Ahok
Jakarta -

1. Sindir Menteri Perindustrian soal Mobil Murah

Ahok mengatakan, rencana Pemprov DKI untuk menghapus BBM subsidi di ibu kota salah satunya adalah karena menjamurnya program mobil murah yang menambah bikin macet.

"Dulu Menteri Industri ngomong, mobil murah dijual di luar Jakarta. Faktanya Jakarta semua mobil murah. Terus dijamin tak pakai BBM subsidi, tapi nyatanya Pertamina mengeluarkan RFID. Artinya mobil mewah dan murah kalau ada RFID berhak pakai BBM subsidi. Tiap tahun 1,2 juta mobil masuk," papar Ahok.

Memang awalnya, pemerintah berjanji mengeluarkan aturan agar mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC) ini tidak boleh pakai BBM subsidi. Namun sampai sekarang aturan tersebut tak kunjung keluar.

Ahok mengatakan, dirinya dan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) ingin menghapus BBM subsidi di ibu kota biar pemilik mobil mengisi BBM subsidi di luar Jakarta.

2. Subsidi Tak Dicabut Tapi Pasokan BBM Subsidi Dihilangkan

Senin pekan depan, Pemprov DKI akan berkoordinasi langsung dengan Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Ini menunjukkan bahwa rencana Jokowi-Ahok menghapus BBM subsidi tidak main-main.

"Senin akan koordinasi dengan UKP4 apa kelebihannya. Jangan diartikan mencabut subsidi mengganggu UU APBN. Yang dimaksud cabut subsidi itu menghilangkan suplai BBM subsidi ke tengah DKI," jelas Ahok.

Ahok mengatakan, menghilangkan subsidi itu adalah urusan pemerintah pusat dan DPR. Pemprov DKI tidak bisa mengubah hal tersebut. Namun Pemprov hanya ingin tak ada lagi pasokan BBM subsidi di DKI.

"Yang kami lakukan ada efeknya apa. Kalau orang mengisi minyak subsidi di luar DKI, otomatis kemacetan berkurang," tegas Ahok.

Pada kesempatan itu, Ahok mengatakan, Gubernur Joko Widodo (Jokowi) sedang mencari cara untuk mengatasi macet di ibu kota. Salah satu caranya adalah, mobil-mobil pribadi tak boleh mengisi BBM subsidi.

3. Subsidi BBM Ibarat Usus Buntu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin menghapus BBM subsidi dari ibu kota dan memanfaatkan uang subsidi untuk hal yang lebih berguna dan produktif.

"Karena subsidi BBM ini ibarat orang usus buntu. Kalau tidak dioperasi akan meletus juga. Dikasih panadol terus. Kalau minyak naik terus, lifting (produksi) minyak kurang, dolar naik terus hingga Rp 12 ribu. Mau meledak bangsa ini APBN habis untuk subsidi? Makanya Pak Gubernur ingin Jakarta jadi model," tutur Ahok.

Gubernur Joko Widodo (Jokowi) ingin agar Jakarta jadi contoh penghapusan BBM subsidi. Sehingga bisa mengurangi beban negara.

4. Program RFID Pertamina Diprotes

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyayangkan kebijakan pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) oleh PT Pertamina di Jakarta terkait pembatasan BBM subsidi. Gubernur DKI Jakarta Jokowi sempat protes dengan kebijakan ini, alasannya RFID harusnya dipasang pada angkutan umum bukan mobil pribadi.

"Kami menyayangkan program RFID Pertamina itu. Harusnya bukan untuk mobil pribadi, tapi untuk angkutan umum, truk-truk. Kalau pribadi tambah macet. Pak gubernur (Jokowi) sebenarnya protes," kata Ahok.

Kebijakan Pertamina memang tak sinkron dengan rencana kebijakan Pemda DKI untuk menekan kemacetan di Jakarta dengan menghapus BBM subsidi. Ahok berjanji, langkah menghapus BBM subsidi bukan tanpa antisipasi pasca kebijakan, ia akan menggratiskan angkutan umum di Jakarta.

"Kalau kita bisa capai (APBD) Rp 100 triliun, bisa gratis semua. Mudah-mudahan 2016-2017 kita bisa capai APBD Rp 100 triliun. Makanya kita lagi hitung," katanya.

Ahok menegaskan, penghapusan BBM subsidi di Jakarta untuk tahap awal rencananya untuk kendaraan pribadi roda empat. Setelah itu, apabila infrastruktur angkutan umum yaitu bus sudah makin banyak dan memadai maka akan berlanjut penghapusan BBM subsidi untuk kendaraan roda dua.

"Cuma kalau motor kami akan buat begitu ada bus gratis, motor nggak boleh masuk. Sekarang kan orang naik motor karena terpaksa kan karena tidak ada bus yang baik," katanya.
Halaman 2 dari 5
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads