Peresmian terminal elpiji yang dikelola anak perusahaan Bosowa, PT Bosowa Duta Energasindo, juga dihadiri Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) ditemani pendiri Bosowa yang juga adik iparnya, Aksa Mahmud dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang.
Terminal elpiji ini merupakan terminal penampungan terbesar di kawasan timur Indonesia dengan dilengkapi 4 tangki penampungan gas dengan kapasitas hingga 10 ribu metrik ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas terminal mampu mendistribusikan elpiji hingga 2.000 metrik ton perhari dan sanggup memenuhi kebutuhan elpiji di Sulawesi Selatan hingga 700 metrik ton per hari.
Menperin MS Hidayat mengatakan keberadaan terminal elpiji Bosowa bisa menopang kebutuhan energi di wilayah Sulawesi dan memperkuat jalur distribusi gas di kawasan timur Indonesia.
"Dengan adanya terminal elpiji Bosowa akan mendorong tumbuhnya kegiatan perekonomian di timur Indonesia dan membantu upaya pemerintah melakukan penghematan subsidi BBM, yang pada tahun ini mencapai Rp 200 Triliun, selain itu pula jumlah pengguna gas rumah tangga sudah meningkat menjadi 70%," ujar mantan Ketua Kadin ini.
Sementara itu, CEO Bosowa Corporindo Erwin Aksa, mengatakan terminal elpiji milik Bosowa ini merupakan terminal elpiji milik swasta keempat di Indonesia. Terminal dibangun di lahan seluas 14 hektar dengan masa pembangunan selama 20 bulan dengan menggunakan dana sebesar US$ 70 juta.
"Awal tahun 2014 kami juga akan memulai proyek pembangunan terminal elpiji di Banyuwangi dengan kapasitas yang sama dengan terminal di Makassar, yang akan menyuplai gas ke wilayah Jawa Timur dan Bali," tutur Erwin.
Mantan Wapres Jusuf Kalla dalam pidato sambutannya juga menyebutkan kebijakan konversi minyak tanah ke gas elpiji telah menghemat pengeluaran uang negara Rp 60 triliun pertahun, dengan bermodalkan dana fasilitas penunjang konversi sebesar Rp 15 triliun.
"Kebijakan konversi ketika itu kita harus mengubah pola memasak sekitar 50 juta keluarga Indonesia dari penggunaan minyak tanah ke gas elpiji selama 3 tahun, kami melakukan survei kemampuan masyarakat, diketahui kemampuan masyarakat membeli minyak tanah sebesar Rp 15 ribu setiap minggunya, makanya didesain tabung gas isi 3 kilogram dengan harga yang sama dengan minyak tanah tersebut," pungkas JK
(mna/hen)











































