Beli BBM Subsidi Dilarang Pakai Uang Tunai, Bagaimana Nasib Angkot dan Ojek?

Beli BBM Subsidi Dilarang Pakai Uang Tunai, Bagaimana Nasib Angkot dan Ojek?

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 23 Des 2013 15:33 WIB
Beli BBM Subsidi Dilarang Pakai Uang Tunai, Bagaimana Nasib Angkot dan Ojek?
Foto: SPBU (dok-detikFinance)
Jakarta - Pemerintah berencana memberlakukan aturan wajib beli BBM subsidi pakai non tunai mulai Januari 2014. Beli BBM subsidi hanya boleh pakai e-money atau kartu ATM/kartu kredit. Bagaimana nasib sopir angkot dan tukang ojek?

"Masyarakat yang kurang memahami konsep menggunakan non tunai seperti pakai e-money, kartu debit, kartu kredit akan difasilitasi," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng ditemui di Terminal BBM Plumpang, Jakarta Utara, Senin (23/12/2013).

Andy mengatakan, nantinya pihak perbankan akan membuka posko e-money di setiap SPBU. Sehingga bila ada konsumen yang ingin beli BBM subsidi tapi tidak punya alat transaksi non-tunai, bisa membeli di posko tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti ada posko dibuka di SPBU yang dilakukan oleh bank. Jadi misalnya sopir angkot atau tukang ojek mau beli BBM subsidi bisa beli e-money di posko tersebut, kan seperti e-toll card, brizz, flazz tinggal dibeli saja kan isinya tinggal di-top up setelah itu lakukan transaksi pembelian BBM subsidi di SPBU," ujar Andy.

Andy menambahkan, e-money tidak hanya didapat dari posko atau SPBU saja. Tetapi nantinya akan bisa didapatkan di banyak tempat misalnya minimarket dan lainnya.

"Nanti e-money ini bisa juga didapat di minimarket seperti Indomaret, Alfamart dan lainnya, mudah kok, tidak ribet, cuma masyarakat saja yang belum terbiasa," ucap Andy.

Dia menambahkan lagi, jika aturan ini sudah berlaku nasional, maka negara bisa menghemat triliunan rupiah.

"Kalau sudah semuanya beli BBM bisa pakai non tunai, maka negara bisa hemat triliunan rupiah, karena tidak perlu lagi mengeluarkan banyak biaya untuk cetak uang, cetak uang sekarangkan mahal, lebih mahal daripada nilai uangnya sendiri, kalau pakai e-money kan hanya cetak kartunya saja, dan itu yang cetak juga pihak bank, bukan pakai uang negara," tutupnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads