Kenaikan harga elpiji 12 Kg tak hanya disambut negatif oleh konsumen, namun juga oleh agen elpiji. Agen elpiji mengaku mengalami kerugian karena harus mengeluarkan modal yang lebih besar.
Agen elpiji menuding PT Pertamina telah menaikkan harga elpiji 12 kg secara mendadak dampaknya agen penjual mengalami kerugian. Selain itu, jelang kenaikan harga elpiji, sejumlah tabung dibiarkan kosong tak terisi gas seperti yang dialami seorang agen di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.
Menurut seorang agen yang tak mau disebutkan namanya itu, ia harus merogoh kocek yang lebih dalam karena sudah ditetapkan harga elpiji 12 Kg yang baru. Padahal apabila sudah ada pemberitahuan, ia setidaknya bisa mendapatkan modal dari menjual harga baru elpiji 12 Kg, dari pembelian harga lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menduga kenaikan harga ini merupakan cara Pertamina mengalihkan konsumsi gas elpiji 12 kg ke produk elpiji premium Pertamina yaitu bright gas.
"Ini harga dinaikkan biar konsumen pada beli bright gas," katanya.
Bright Gas diakuinya memang tidak selaris elpiji 12 kg sebelum kenaikkan harga. Dengan berat sama, Bright Gas dijual Rp 125.000 per tabung. "Kita jual Rp 125.000," tambahnya.
(zlf/hen)











































