JK: Kalau Elpiji 12 Kg Tidak Naik, Pertamina Akan Rugi

JK: Kalau Elpiji 12 Kg Tidak Naik, Pertamina Akan Rugi

Muhammad Aminudin - detikFinance
Sabtu, 04 Jan 2014 15:45 WIB
JK: Kalau Elpiji 12 Kg Tidak Naik, Pertamina Akan Rugi
Jusuf Kalla (Foto: Rachman/detikFoto)
Malang - Pengusaha sekaligus mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menilai kenaikan elpiji non subsidi 12 kilogram (kg) merupakan hal yang wajar. Kenaikan ini membantu supaya PT Pertamina (Persero) tak jual rugi.

"Kalau tidak dinaikkan, Pertamina akan rugi," sebut Jusuf Kalla usai menghadiri temu alumni FKUB di Hotel Harris, Malang, Sabtu (4/1/2013).

Mantan Wakil Presiden RI ini menyebutkan, kenaikan harga memang membawa dampak bagi konsumen. Namun, kenaikan itu harus dilihat secara obyektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang kenaikan menyulitkan masyarakat. Tapi sisi urgensinya sangat penting. Kalau harga rendah Pertamina akan rugi," sebut dia.

Selain itu, lanjut dia, kenaikan elpiji membantu Pertamina mengembangkan perusahaannya. "Jika tidak begitu, Pertamina tak berkembang," sambungnya.

Dia mengungkapkan, elpiji 12 kg non subsidi banyak digunakan masyarakat menengah ke atas.

Menurut dia, dalam sebulan kira-kira hanya menghabiskan satu tabung, yang artinya, setiap hari konsumen hanya memakai 1/3 kg gas. Jika dirupiahkan hanya mencapai Rp 3.900.

"Kalau dihitung 3.900 kali 1/3 kilo yang hanya ketemu Rp 1300. Yang artinya sama dengan biaya kirim SMS empat kali," ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan mengurangi SMS empat kali dalam sehari, bisa mengganti biaya pemakaian gas elpiji 12 kg yang sudah terbeli.

"Makanya, jangan sering-sering SMS," celutuknya. Jusuf Kalla juga memastikan, penggunaan elpiji hanya untuk masyarakat menengah ke atas. Industri kecil atau industri rumahan tetap menggunakan elpiji 3 kilogram.

"Warteg dan industri kecil pakai 3 kilogram," tegasnya.

Awal tahun ini, Pertamina memutuskan menaikkan harga elpiji 12 kilo gram non subsidi dari Rp 5.850 per kilo naik menjadi Rp 9.809 per kilo, sehingga harga pokok gas elpiji tersebut dari Pertamina naik menjadi Rp 117.708 per tabung.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads