Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, Presiden SBY sudah meminta agar kenaikan harga elpiji 12 kg yang tidak disubsidi, tidak terlalu tinggi kenaikannya.
"Sudah pasti ada itu (penurunan harga elpiji 12 kg), karena Presiden juga bilang jangan setinggi itu (kenaikan harganya)," ucap Dahlan ditemui di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (6/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kita ke sini (kantor BPK) untuk konsultasi dengan BPK. Spakah bisa kerugian tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan harga yang tinggi," tutupnya.
Seperti diketahui, Pertamina memberlakukan kenaikan harga elpiji 12 kg pada 1 Januari 2014 pukul 00.00 WIB dari Rp 70.200/tabung jadi Rp 117.708/tabung. Namun Pertamina mengaku masih akan rugi lebih dari Rp 2 triliun per tahun karena menjual elpiji 12 kg.
Pertamina mencatat, konsumsi elpiji 12 kg pada 2013 mencapai 977.000 ton. Dengan harga pokok elpiji (harga keekonomian) rata-rata meningkat US$ 873 serta nilai tukar rupiah yang terus melemah, maka kerugian Pertamina sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 5,7 triliun.
(rrd/dnl)










































