PT Blue Gas Indonesia memberikan pilihan gas kepada masyarakat di saat harga elpiji 12 kg milik PT Pertamina (Persero) terus merangkak naik namun tidak dengan kualitas yang tetap sama.
Meskipun harga Blue Gaz milik salah satu perusahaan Group Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) itu terbilang lebih mahal dari elpiji milik Pertamina, namun Blue Gaz ini dipastikan lebih aman.
"Memang lebih mahal tapi ini lebih safe, segel (tutup atas) di semua agen sama dan lebih irit. Kalau punya Pertamina kan setiap agen segelnya beda-beda," kata Hilwani (54), Pengecer Blue Gaz Cahaya Abadi saat disambangi detikFinance di Kawasan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dari agen yang 5,5 kg belinya Rp 81 ribu dijual Rp 85 ribu. Jadi kalau Blue Gaz itu di konsumen semua harga sama, sudah ditentukan nggak boleh beda-beda," terangnya.
Wanita 5 anak yang sudah sejak 1998 berjualan Blue Gaz ini mengaku, meskipun harganya lebih tinggi dari elpiji milik Pertamina, namun penjualan Blue Gaz ini tetap diminati. Dalam sehari, Hilwani mampu menjual sedikitnya 10 tabung Blue Gaz.
"Pelanggan ada sendiri ya, ada ibu rumah tangga, tukang makanan, restoran juga, mereka lebih milih ini karena aman dan apinya biru, gede jadi enak buat masak. Bisa buat ngelas juga," jelas dia. (drk/ang)











































