Ekspor Mineral Mentah Disetop, Ekspor Batubara Digenjot

Ekspor Mineral Mentah Disetop, Ekspor Batubara Digenjot

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 07 Jan 2014 10:50 WIB
Ekspor Mineral Mentah Disetop, Ekspor Batubara Digenjot
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pada 12 Januari 2014 nanti, pemerintah memberlakukan larangan ekspor mineral mentah, dan ini akan membuat penerimaan negara dari sektor ekspor mineral turun drastis. Untuk mengatasi ini, pemerintah akan menggenjot ekspor batubara.

"Tahun 2013 devisa negara dari sektor mineral mencapai US$ 11 miliar sebagian besar dari raw material (mineral mentah), tahun ini raw material kita setop ekspornya, ini akan berdampak pada hilangnya devisa dari mineral sebesar US$ 5,5 miliar. Tapi pada 2017, dengan makin banyaknya industri pengolahan mineral devisa dari sektor mineral akan melonjak hingga mencapai US$ 19,862 miliar," ungkap Direktur Jenderal Mineral dan Batubara R Sukhyar dalam sambutannya di acara Round Table Discussion 'Upaya mempercepat Pelaksanaan Kebijakan Hilirisasi Mineral Nasional' di kantor Ditjen Minerba, Jakarta, Selasa (7/1/2014).

Sementara untuk mengantisipasi turunnya devisa negara dari sektor mineral sebesar US$ 5,5 miliar di tahun ini, pemerintah akan mengenjot ekspor batubara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ekspor batubara kan tidak dilarang, jadi kita optimalisasikan penerimaan dari ekspor batubara, kita juga akan perbaiki sistem pengawasan, kan selama ini masih banyak yang belum tercatat (ekspor batubara ilegal), skala penerimaan batubara itu triliunan loh, kita merasakan belum optimal penerimaan dari batubara, salah satu caranya adalah meningkatkan pengawasan," ujar Sukhyar.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi batubara Januari-November 2013 mencapai 421 juta ton, sementara pada 2014 produksinya ditargetkan mencapai 397 juta ton, sedangkan produksi eks barubara pada 2014 ditargetkan mencapai 324 juta ton.

Pada 2014 ditargetkan dari produksi 397 juta ton konsumsi batubara domestik ditargetkan mencapai 73 juta ton dan sisanya diekspor.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads