Salah satu agen elpiji di kawasan Mampang, Maswati mengatakan, dirinya masih belum berani menjual elpiji 12 kg. Pasalnya dia kebingungan berapa dia harus menjual, apakah dengan harga yang lama atau dengan harga yang baru ditetapkan hari ini.
"Belum positif, kita harus ada rapat dulu, konsumen berapa warung toko berapa," kata Maswati kepada detikFinance, Selasa (7/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggal 1 dan 2 kita mengisi (stok) pakai harga baru. Sekarang rugi kalau hitung-hitungan. Tapi mau bagaimana lagi," katanya.
Setali tiga uang dengan Maswati, agen elpiji juga di kawasan Mampang, Paijo mengatakan, penjualan elpijinya sepi karena dirinya belum mendapatkan konfirmasi pasti dari Pertamina.
"Harganya nggak nentu. Mobil 2 hari nggak jalan. Nggak ada permintaan dari konsumen, semua pada nahan. Nahan nunggu harga pasti dulu berapa," jelasnya.
Lain halnya dengan elpiji 3 kg. Di beberapa pengecer dan agen, elpiji bersubsidi ini laris terjual ketimbang elpiji 12 kg. Alasannya salah satu pengecer mengatakan masyarakat beralih ke elpiji 3 kg karena harganya belum naik.
(zlf/ang)











































