Produksi Arab Saudi pada Desember 2013 lalu telah mencapai 9,8 juta barel per hari atau naik dibandingkan produksi November 2013 sebesar 9,7 juta barel per hari.
"Produksi naik, suplai ke pasar juga naik, ini adalah pertanda pasar sedang kuat, lebih kuat dari yang diperkirakan banyak orang," kata salah satu sumber, seperti dilansir Arabnews seperti dikutip detikFinance, Jumat (10/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arab Saudi juga terus mengenjot produksi minyaknya hingga mencapai rekor tertinggi mencapai 10 juta barel per hari dalam tiga bulan terakhir, untuk menutupi turunnya produksi minyak Libya.
Menteri Perminyakan Arab Saudi mengungkapkan, Libya memproduksi minyak sebanyak 650.000 barel/hari, di mana 510.000 barel/hari diekspor.
Sebelumnya ada kabar Arab Saudi akan menurunkan produksi minyaknya pada pertengahan tahun depan. Namun hingga saat ini Arab Saudi belum menunjukkan tanda-tanda untuk membatasi produksinya.
Sebelumnya berdasarkan data SKK Migas pada 30 Desember 2013, lifting minyak Indonesia per harinya hanya mencapai 826.000 barel per hari, dari produksi sebesar itu penerimaan negara mencapai US$ 31,669 juta, di mana bagian untuk negara dari minyak sebesar US$ 18,857 juta, sedangkan untuk perusahaan minyak (Kontraktor kontrak kerjasama/KKKS) mendapat bagian US$ 3,142 juta dan untuk cost recovery sebesar US$ 9,570 juta.
Tahun 2014 sendiri produksi minyak ditargetkan mencapai 870.000 barel per hari, sementara perusahaan minyak (KKKS) berdasarkan rencana kerja dan anggaran (Work Program & Budget) memperkirakan produksi tahun 2014 hanya sebesar 830.000 barel per hari.
(rrd/dnl)











































