Salah satu kebijakan anyar setelah kenaikan harga BBM pertengahan 2013 lalu adalah subsidi tetap. Ini adalah mekanisme penentuan subsidi berdasarkan harga tetap. Misalnya BBM disubsidi Rp 2.000 per liter dari harga pasar.
Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan ide tersebut masih dalam tahap persiapan. Pemerintah masih jauh untuk bergerak ke sana. Sebab, saat ini masih terkonsentrasi dulu kepada mekanisme distribusi tertutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya kebijakan itu harus berlangsung bertahap dan sistematis. Pemerintah masih fokus dalam memulai distribusi tertutup yang diawali dengan pemasangan Radio Frequency Identification (RFID). Kemudian baru berlanjut kepada aturan subsidi yang recananya diberlakukan tetap.
"Subsidi tetap kita lihat nanti per liter berapa subsidinya tanpa perlu naikin harga. Nanti kita lihat ya. Sekarang distribusi tertutup. Ya meungkin berlanjut lah. Pelan-pelan saja," sebutnya.
Ia mengatakan banyak pertimbangan sebelum kebijakan tersebut direalisasikan. Seperti kesiapan masyarakat menghadapi kebijakan. Untuk RFID sudah berjalan dari 2013 dan ditargetkan selesai tahun 2014.
"Subsidi terutup kan ESDM mau lakukan ya. Kita preparation mengenai subsidi tetap tetap di-prepare. Implementasi gimana nanti dilihat," paparnya.
(mkl/dru)











































