Menurut Nur, PLN mengutamakan keselamatan masyarakat termasuk aset milik PLN dalam menghadapi banjir yang mengepung ibu kota beberapa hari terakhir. Sehingga, selama adanya genangan banjir yang dianggap berbahaya, maka pihaknya akan melakukan pemadaman listrik termasuk di daerah yang tak terkena banjir.
"Untuk itu saya minta kepada pelanggan yang tak banjir tapi listriknya mati, karena yang terjadi adalah disuplai dari jaringan yang sebagian dari lingkungan perumahan yang terendam banjir. Kami mohon kerjasamanya dan kesabarannya," kata Nur usai kerjasama dengan Wilmar dan Smart di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (20/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa daerah di Jakarta ini sedang dilanda musibah banjir, hendaknya kita bersabar, yakinlah kalau PLN akan segera menormalkan jaringan listrik, begitu banjir surut," katanya.
Nur menegaskan, PLN berpengalaman seperti yang dilakukan tahun lalu dengan menormalkan aliran listrik dengan cara yang aman. Prosedurnya, apabila ada gardu listrik yang terendam maka langsung dimatikan. Sebelumnya sempat ada 400 gardu di Jakarta yang dimatikan selama banjir, namun sempat dipulihkan hingga hanya 80 gardu yang dimatikan, tergantung dinamika genangan air.
"Kita tak menghitung berapa kerugian, selain di Jakarta banjir ada di Jabar antara lain Bekasi, Indramayu. Lalu ada Banten juga harus ada yang dimatikan. Itu dinamis, semoga tak meningkat," katanya.
Ia mengakui banjir tahun lalu lebih luar biasa bila dibandingkan tahun ini dari sisi penanganan pasokan listrik. Meskipun banjir saat ini sempat menggangu PLTU milik PLN yang ada di Pluit, Jakarta Utara.
"Tapi ada untungnya di sana ada pembatas yang melindungi PLTU Muara Karang," katanya.
(hen/dnl)











































