Peletakan batu pertama terminal elpiji ini dilakukan Menteri Perindustrian Mohammad S.Hidayat disaksikan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Founder Bosowa HM Aksa Mahmud, CEO Bosowa Erwin Aksa serta jajaran manajemen Bosowa.
MS Hidayat dalam sambutannya mengatakan, pembangunan terminal elpiji di Banyuwangi diyakini akan timbulkan multiplier effect yang mampu mendorong peningkatan perekonomian, investasi dan income perkapita di Banyuwangi naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, CEO Bosowa Erwin Aksa, mengatakan terminal elpiji akan dibangun di lahan seluas 9,5 hektar yang lokasinya berdekatan dengan pabrik semen Bosowa yang baru diresmikan Mei 2012 lalu, di Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro.
Terminal elpiji milik Bosowa Group ini miliki kapasitas 10.000 mt elpiji, selain itu juga dilengkapi fasilitas kemudahan akses distribusi berupa dermaga di perairan Selat Bali. Ditargetkan proyek pembangunan Terminal LPG di Banyuwangi akan selesai 1 tahun mendatang.
“Investasi diproyek ini senilai Rp 850 miliar. Insya Allah akan selesai dalam 12 bulan,” ujar Erwin.
Dibangunnya terminal elpiji di kabupaten ujung timur Jawa ini ditujukan memasok gas ke wilayah Indonesia Timur. Seperti, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Diharapkan pula Terminal LPG Banyuwangi bisa menyokong Pertamina untuk meng-cover pasokan gas di Jawa Timur dan sekitarnya. Nantinya, di lokasi ini juga berdiri sejumlah fasilitas jetty berkapasitas 6.500 dwt, 4 tangki elpiji yang masing-masing berkapasitas 2.500 mt, 6 unit filling sheds, control room dan fasilitas lainnya.
“Diharapkan kehadiran Terminal Gas dan Semen Bosowa nantinya dapat mendorong ekonomi lokal bahkan Jawa Timur dan Bali,” pungkas Erwin.
Dibangunnya terminal elpiji serta pabrik semen milik Bosowa Group ini mengukuhkan total investasi yang ditanamkan di Banyuwangi senilai hampir Rp 2 triliun. Untuk diketahui, tahun 2012 lalu Bosowa juga mendirikan pabrik semen senilai Rp 773,45 miliar berkapasitas 1,2 juta ton. Target pasarnya antara lain, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat.
(ang/ang)











































