"Ya kalau mau bangun pembangkit listrik ya harus berani pinjam," ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji usai Penandatanganan Kerjasama Fasilitas Pinjaman PLN dan Stanchart, di Kantor Pusat PLN, Rabu (22/1/2014).
Nur mengatakan, untuk bisa membangun pembangkit listrik saat ini hanya dibiayai melalui dana APBN atau dari negara, biaya internal PLN sendiri dan utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nur mengakui, utang PLN saat ini makin menggunung, yakni mencapai lebih dari Rp 200 triliun dan terus bertambah salah satunya dari pinjaman dari Standard Chartered ini.
"Utangnya sudah sampai Rp 200 triliun lebih, sampai saat ini belum terlalu menganggu kondisi keuangan PLN, karena selalu dijaga melalui cashflow dari pemerintah, yang penting masih bisa bayar, apalagi yang ngasih utang kan nggak sembarangan karena mereka juga lihat neraca keuangan kita (PLN) dan itu masih aman," tutupnya.
(rrd/ang)











































