Bangun Pembangkit Listrik, PLN Selalu Andalkan Utang

Bangun Pembangkit Listrik, PLN Selalu Andalkan Utang

- detikFinance
Rabu, 22 Jan 2014 16:30 WIB
Bangun Pembangkit Listrik, PLN Selalu Andalkan Utang
Jakarta - PT PLN (Persero) baru saja mendapatkan pinjaman (utang) dari Export Credit Agency asal Finlandia dan Standard Chartered Bank senilai 160 juta euro atau Rp 2,6 triliun untuk membangun pembangkit listrik di Aceh dan Kalimantan Tengah. PLN harus terus berutang demi menambah kapasitas pembangkit listrik yang tiap tahun terus bertambah.

"Ya kalau mau bangun pembangkit listrik ya harus berani pinjam," ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji usai Penandatanganan Kerjasama Fasilitas Pinjaman PLN dan Stanchart, di Kantor Pusat PLN, Rabu (22/1/2014).

Nur mengatakan, untuk bisa membangun pembangkit listrik saat ini hanya dibiayai melalui dana APBN atau dari negara, biaya internal PLN sendiri dan utang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalahnya uang dari internal PLN sendiri tidak cukup, pemerintah beri dana, tapi itu untuk membangun jaringan listrik dan listrik untuk desa, sementara PLN harus tambah kapasitas pembangkit yang terus bertambah besar kebutuhannya, ya kalau nggak dari utang dari mana lagi," ujar Nur.

Nur mengakui, utang PLN saat ini makin menggunung, yakni mencapai lebih dari Rp 200 triliun dan terus bertambah salah satunya dari pinjaman dari Standard Chartered ini.

"Utangnya sudah sampai Rp 200 triliun lebih, sampai saat ini belum terlalu menganggu kondisi keuangan PLN, karena selalu dijaga melalui cashflow dari pemerintah, yang penting masih bisa bayar, apalagi yang ngasih utang kan nggak sembarangan karena mereka juga lihat neraca keuangan kita (PLN) dan itu masih aman," tutupnya.


(rrd/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads