Meski Cuaca Ekstrem, Pertamina Pede Pasokan BBM dan Elpiji Aman

Meski Cuaca Ekstrem, Pertamina Pede Pasokan BBM dan Elpiji Aman

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 24 Jan 2014 18:06 WIB
Meski Cuaca Ekstrem, Pertamina Pede Pasokan BBM dan Elpiji Aman
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan dan distribusi elpiji serta BBM tetap aman, walaupun kondisi cuaca ekstrem di laut, dan banjir di sejumlah daerah.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, cuaca ekstrem di perairan dan daratan di Tanah Air hingga saat ini masih dirasakan dampaknya terhadap upaya pendistribusian BBM dan elpiji.

"Beberapa pelabuhan masih menerapkan larangan berlayar, termasuk kepada angkutan BBM dan elpiji, seperti yang terjadi di Plaju, Palembang Sumatera Selatan. Namun stok BBM saat ini dalam kondisi aman, di mana Premium berada di kisaran 18 hari, Solar 21 hari, dan Avtur 28 hari. Adapun stok elpiji berada di kisaran 17 hari," ungkap Ali dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali mengatakan, larangan berlayar yang diterapkan di Plaju, misalnya sempat berdampak pada pendistribusian BBM untuk wilayah Jambi dan sekitarnya. Sebagai antisipasi, Pertamina akan melakukan pengalihan pasokan, terutama Solar, dari Terminal BBM (TBBM) Kertapati dan TBBM Lubuk Linggau untuk menghindari kekosongan Solar di TBBM Jambi.

"Kami terus mengupayakan berbagai langkah antisipasi, termasuk pengalihan-pengalihan pasokan untuk memastikan stok BBM dan elpiji cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah," terang Ali.

Pertamina akan segera melakukan pengiriman pasokan BBM dan elpiji apabila terjadi perubahan kebijakan syahbandar. Ali mencontohkan, setelah BBM tertahan selama 9 hari di Dermaga Namosain Kupang akibat cuaca ekstrem yang melanda NTT, akhirnya Pertamina bisa mengirimkan BBM ke Pulau Rote dan Pulau Sabu karena cuaca di perairan tersebut sudah mulai bersahabat, dan pelabuhan sudah mengizinkan untuk berlayar sejak kemarin.

Di tengah cuaca buruk yang melanda perairan di Tanah Air, Pertamina melalui PHE ONWJ berhasil menyelamatkan 132 korban dari kapal KM Sahabat rute Tanjung Priok-Belitung yang tenggelam di perairan Jawa Barat, sebelah utara Tanjung Karawang. Korban terapung dengan menggunakan 12 life rafts (perahu karet penyelamat) di sekitar area wilayah operasi PHE ONWJ dengan kondisi tiga korban patah tulang, lima korban sakit, dan 124 korban luka ringan.

"Korban terpantau oleh fasilitas anjungan lepas pantai PHE ONWJ dan tim menurunkan dua kapal operasi untuk menyelamatkkan 108 penumpang dan 24 kru ABK Kapal Sahabat tersebut. Sudah menjadi komitmen Pertamina untuk selalu mengutamakan keselamatan orang dan lingkungan di sekitar area operasi," ungkap Ali.

Kapal merapat di fasilitas dermaga PHE ONWJ, Marunda Jetty, menjelang tengah malam dan para korban langsung mendapatkan penanganan medis dan pendataan oleh tim PHE ONWJ. Kemudian korban diserahkan kepada pihak agen Kapal SAHABAT di hadapan Kapolres Jakarta Utara, Kadit Polair, KPLP (Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai), dan Syahbandar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads