Sejak 14 Januari, Hardy telah menduduki jabatan barunya. Sebelumnya, Hardy menjabat sebagai Executive Vice President of Operations & East Kalimantan District Manager Total E&P di Balikpapan. Hardy merupakan orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan tertinggi di East Kalimantan District Total.
"Prioritas utama adalah tetap bekerja keras untuk menahan laju penurunan produksi di Blok Mahakam," kata Hardy dalam keterangannya, Senin (27/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, dengan berbagai upaya yang dilakukan, produksi gas pada tahun 2013 mencapai rata-rata 1,7 BCF per hari atau 11% di atas target, dan produksi liquid (minyak dan kondensat) mencapai 67,6 ribu barel per hari, yang kurang lebih sama dengan target pada WP&B.
Penunjukkan Hardy Pramono sebagai orang nomor satu di afiliasi Total E&P menyempurnakan fakta, di perusahaan multinasional ini 97% karyawannya adalah putra dan putri Indonesia. Β
"Jadi walaupun 100% sahamnya dimiliki oleh perusahaan multinational, Total juga layak disebut sebagai perusahaan Indonesia," katanya.
Hardy merupakan Alumni Institut Teknologi Bandung ITB 1981 (jurusan Teknik Fisika) yang bergabung di Total E&P pada 1983 sebagai Junior Rotating Machinery. Dia pernah menjabat beragam posisi di Total E&P.
Pada kesempatan yang sama, Total E&P juga menempatkan dua orang baru pada jajaran pimpinannya, yaitu Phillippe Groueix sebagai EVP Operations & District Manager for East Kalimantan, serta Agus Suprijanto sebagai Deputy EVP TEPI di Balikpapan.
(dnl/ang)











































