Aturan Wajib Solar Dicampur 10% BBN, Pemerintah Hemat Devisa US$ 3,11 Miliar

Aturan Wajib Solar Dicampur 10% BBN, Pemerintah Hemat Devisa US$ 3,11 Miliar

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 29 Jan 2014 17:40 WIB
Aturan Wajib Solar Dicampur 10% BBN, Pemerintah Hemat Devisa US$ 3,11 Miliar
Jakarta - Tahun lalu Presiden SBY mengeluarkan aturan mandatori atau wajib penggunaan bahan bakar nabati (BBN) atau biodiesel 10% dalam setiap liter solar guna mengurangi impor BBM. Tahun ini program tersebut ditargetkan menghemat devisa negara US$ 3,11 miliar.

"Program penggunaan BBN, artinya solar dicampur 10% dengan biodiesel, di mana biodieselnya berasal dari kepala sawit yang diproduksi dalam negeri sendiri tidak perlu impor. Jadi solar dicampur 10% biodiesel sehingga sedikit mengurangi impor solar," ujar Menteri ESDM Jero Wacik dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Jero mengungkapkan, pada 2013 lalu program BBN ini menghemat devisa negara sebesar US$ 779 juta. Dan pada tahun ini ditargetkan menghemat devisa sebesar US$ 3,11 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun program BBN ditarget dapat menghemat devisa negara US$ 3,11 miliar dan dapapt menghemat subsidi BBN sebesar Rp 4,9 triliun." ujar Jero.

Jero menambahkan, untuk dapat menghemat devisa negara sebesar US$ 3,11 miliar tersebut, campuran biodiesel ditargetkan mencapai 1,64 juta KL (kiloliter).

"Tahun 2013 targetnya sebesar 1,5 juta KL, tapi realisasinya baru 1,03 juta KL, tahun ini targetnya 1,64 juta KL. Sementara untuk bioethanol atau BBN dicampur ke premium/pertamax baru sebesar 0,16 juta KL," tutup Jero.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads