Tembus Banjir, Kawalan Polisi Hingga Sewa Kapal Dilakukan Demi BBM

Tembus Banjir, Kawalan Polisi Hingga Sewa Kapal Dilakukan Demi BBM

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Rabu, 29 Jan 2014 21:20 WIB
Tembus Banjir, Kawalan Polisi Hingga Sewa Kapal Dilakukan Demi BBM
Foto: Suasana SPBU di Jalan Wachid Hasyim, Jepara Siang Tadi
Jepara - Penyaluran BBM ke sejumlah SPBU di Jepara, Pati, dan Kudus sempat terhambat akibat banjir yang melanda tiga daerah tersebut sepekan lalu. Berbagai cara dilakukan agar suplai BBM bisa tetap sampai ke lokasi dengan cara alih pasokan, pengawalan polisi, bahkan menyewa kapal besar.

Dari data PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV, pada 1 Januari hingga 19 Januari lalu suplai BBM ke Jepara, Pati, dan Kudus masih normal dengan rata-rata per hari yaitu antara 250 kiloliter (KL) hingga 272 KL.

Namun sejak 20 Januari hingga 25 Januari lalu, jumlah penyaluran menjadi berkurang, karena akses jalan yang tertutup banjir hingga menyebabkan mobil tangki terjebak macet cukup panjang. Sedangkan untuk Kepulauan Karimunjawa, Jepara mengalami keterlambatan karena cuaca buruk sehingga tidak ada kapal yang berani berlayar ke sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan pada 22 Januari lalu pasokan BBM ke Kudus benar-benar terhenti karena akses jalan yang terendam banjir. Begitu pula yang terjadi di Jepara pada 24 Januari, pasokan BBM tidak bisa masuk tersalurkan karena kondisi cuaca dan banjir yang tidak memungkinkan.

Menanggapi hal itu, Pemprov Jateng, Pertamina, TNI, dan Polisi melakukan segala cara yaitu dengan inisiatif alternatif yang artinya menambah biaya operasional. Langkah pertama yang dilakukan ketika akses jalan menuju tiga daerah itu terputus, adalah dengan alih pasokan BBM dari Tangki BBM (TBBM) Semarang Group dialihkan melalui TBBM Tuban.

"Kemudian berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan pengawalan," kata GM Marketing Operation Reg IV Subagjo Hari Moeljanto di Jepara, Rabu (29/1/2014).

Pengawalan tersebut dilakukan setelah sejumlah mobil tangki tidak bisa bergerak akibat terjebak macet ketika akses jalan di Tanggul Angin, Kudus terendam banjir yang cukup tinggi. Selain itu cara lain dilakukan dengan menambah waktu operasional TBBM dan mobil tangki pengangkut BBM.

Selain Pertamina, Pemprov Jateng melalui BPBD Jateng dan Dishubkominfo Jateng mengusahakan pengiriman solar, premium, dan elpiji ke Karimunjawa dengan menyewa kapal milik swasta yang mampu menerjang ombak tinggi dan berlabuh di sana. Biaya pengiriman tersebut cukup tinggi yaitu mencapai Rp 90 juta.

"Solar sangat penting di Karimunjawa, jika tidak segera dipasok maka di sana akan gelap gulita," kata Kepala Dishubkominfo Urip Sihabudin kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Panic buying sempat terjadi di beberapa daerah yang pasokannya terhambat akibat cuaca ekstrim. Warga mengantre hingga berjam-jam karena takut kehabisan bahan bakar. Namun dengan segala cara yang sudah dilakukan berbagai pihak itu, saat ini pasokan BBM mulai normal. Terhitung mulai hari Minggu (26/1/2014) lalu penyaluran BBM sudah mulai berangsur normal meskipun masih terkendala jalan yang rusak.

"Masyarakat tidak perlu panik. Kondisi saat ini suplai BBM sudah berangsur normal dan Pertamina setiap hari selalu menyalurkan BBM di wilayah Jepara, Pati, dan Kudus," tegas Subagjo.

Selain berusaha menormalkan kembali pasokan BBM di Jepara, Pati, dan Kudus, PT. Pertamina juga melakukan upaya meringankan beban korban banjir dengan memberikan bantuan di 19 titik lokasi.

"Ini bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat, terutama yang saat ini tertimpa musibah banjir," tandas Subagjo saat menyalurkan bantuan ke BPBD Kabupaten Jepara.

(alg/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads