"Sampai kehabisan bensin, terpaksa isi Pertamax. Banyak juga motor-motor tua lain yang isi Pertamax. Saya tadi sudah ke SPBU dekat Tlogosari sama Majapahit, habis," kata Ratih kepada detikFinance di SPBU Ketileng, Semarang, Kamis (30/1/2014).
Selain di SPBU Tlogosari, Majapahit, dan Ketileng, sejumlah SPBU lain yang sempat kehabisan BBM premium diantaranya SPBU di Jalan Sriwijaya, Kalibanteng, Krapyak, dan Ngaliyan. Petugas SPBU pun menyarankan agar konsumen membeli Pertamax.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah antre mungkin 30 menit. Mudah-mudahan nggak kehabisan lagi. Kalau habis ya terpaksa Pertamax," ujar seorang pengendara motor, Hendry di SPBU Ahmad Yani.
Dihubungi terpisah, Asisten Manajer External Relationshop Manager PT Pertamina Marketing Operation Region IV Jawa Tengah-DIY Robert MV Dumatubun mengatakan penyebab SPBU kehabisan premium di Semarang karena suplai difokuskan ke daerah banjir di Pantura seperti Jepara, Pati, dan Kudus.
"Iya memang fokus ke sana, ada beberapa truk tangki yang terjebak banjir karena salah prediksi, pagi cerah ternyata siangnya hujan deras," kata Robert.
Ia menimbau warga tidak panik karena menurut Robert saat ini suplai masih dalam perjalanan sehingga malam nanti stok BBM premium di SPBU di Semarang sudah kembali normal.
"Sore ini dikirim, nanti malam sudah normal lagi. Bisa dicek nanti," tegasnya.
Hingga saat ini sejumlah SPBU masih mengalami kekosongan stok BBM premium, namun beberapa diantaranya sudah mulai didatangi truk tangki bermuatan premium. Pengendara motor pun mulai berdatangan ke SPBU Sriwijaya yang baru saja dipasok premium.
(alg/hen)











































