Masak Pakai Gas Bumi, Ibu-ibu Hanya Bayar Rp 50 Ribu/Bulan

Masak Pakai Gas Bumi, Ibu-ibu Hanya Bayar Rp 50 Ribu/Bulan

- detikFinance
Selasa, 04 Feb 2014 11:42 WIB
Masak Pakai Gas Bumi, Ibu-ibu Hanya Bayar Rp 50 Ribu/Bulan
Jakarta - Pemerintah saat ini terus berupaya memaksimalkan penggunaan gas bumi yang berlimpah jumlahnya. Beberapa contohnya untuk bahan bakar kendaraan dan bahan bakar memasak. Ini untuk mengurangi penggunaan minyak dan elpiji.

Ketua Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng mengatakan, penggunaan gas bumi jauh lebih murah dibandingkan menggunakan minyak atau elpji sebagai produk turunannya.

"Bahkan bagi rumah tangga, penggunaan gas bumi jauh lebih murah dibandingkan menggunakan elpiji," ujar Andy kepada detikFinance, Selasa (4/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andy mengungkapkan, biaya yang dikeluarkan tiap bulannya untuk rumah tangga rata-rata hanya Rp 50.000 per bulan.

"Tarifnya memang beda-beda, tapi rata-rata ibu-ibu rumah tangga untuk memasak pakai gas bumi habisnya hanya Rp 50.000 per bulan. Jauh lebih murah dibandingkan menggunakan elpiji," ucap Andy.

Namun diakui Andy, penggunaan gas bumi untuk rumah tangga masih tergantung pada ketersediaan infrastruktur pipa gas. "Tapi kalau tanpa ada jaringan gas pipa, gasnya tidak bisa tersalurkan, dan sayangnya infrastruktur pipa kita belum terlalu banyak," katanya.

Di tengah kurangnya infrastruktur gas tersebut, Andy menyatakan, diperlukan penggunaan maksimal infrastruktur gas pipa yang sudah ada saat ini.

"Kalau pipa distribusi gas yang ada saat ini, yang memasok ke industri, rumah tangga, dan lainnya ini bisa digunakan bersama, tidak dikuasai sendiri, masyarakat bisa lebih banyak menikmati gas bumi," ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membangun jaringan pipa gas bumi untuk rumah tangga di 5 kota pada tahun ini. Harapannya dengan program ini, gas melalui jaringan pipa dapat dinikmati oleh 20.000 rumah tangga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan, tahun ini akan dibangun jaringan gas bumi untuk rumah tangga di lima kota.

"Lima kota tersebut yakni Semarang, Batam, Bulungan, Sidoarjo, dan Bekasi. Dengan pembangunan jaringan pipa gas bumi tersebut diharapkan dapat mensuplai gas bumi ke 20.000 rumah tangga," ujar Edy.

Edy mengatakan, tahun lalu pemerintah telah membangun jaringan gas di 4 kota, yakni Sorong, Subang, Ogan Ilir, dan Blora.

"Dengan terbangunnya jaringan gas di 4 kota tersebut sudah dapat menyalurkan gas bumi ke 15.623 rumah tangga," ungkapnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads