Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, bila pengusaha membangun smelter sekarang, maka keuntungan menantinya ke depan.
"Jadi kalau pengusaha itu cerdas dia pasti bangun smelter dan dia akan untung ke depannya. Jadi jangan berpikir pendek dan tidak perlu dia yang membangun kerjasama dengan yang lain. Jadi nggak mungkin dia mengalami satu kerugian karena barangnya tidak bisa basi, karena ada di dalam perut bumi," ungkap Hatta saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (6/02/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan menjalankan undang-undang, dan intinya Freeport atau Newmont tetap membangun smalter. Kita bukan cari uang dengan bea keluar itu tetapi kita ingin betul-betul meminta agar smelter itu dipakai. Kalau smelternya dibangun, tentu progresifnya berkurang. Kalau persoalan itu nyatanya dibangun saya kira Menteri Keuangan dan pemerintah akan memkirkan soal itu. Tetapi seperti saya, masih belum berani mengatakan apa-apa," tuturnya.
Hatta menyebut, kedua perusahaan tambang besar itu harus melakukan pembangunan smelter. Bila itu sudah dilakukan, pemerintah akan bertemu dan membicarakan soal keberatan bea keluar kedua perusahaan itu.
"Jangan cuma rencana saja misalkan baru Mou sudah nggak, harus groundbreaking. Tapi saya kira Menkeu akan memikirkan soal itu karena bea keluar itu bukan mencari uang kok, betul-betul kita sangat serius mendorong mereka membagun smelter," imbuhnya.
Pemerintah bisa memberikan keringanan aturan bea keluar, bila perusahaan tambang membangun smelter sendiri di dalam negeri. Karena itu, bila Freeport dan Newmont sudah membangun smelter, pemerintah akan bicara soal keberatan kedua perusahaan ini terkait aturan bea keluar produk tambang.
(wij/dnl)











































