"Pertamina kemarin, dari lelang yang dilakukan dapat harga BBN untuk biodiesel murah, lebih murah dibandingkan harga MOPS (Mean of Plats Singapore) di Singapura," ujar Direktur Jenderal EBTKE Rida Mulyana ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/2/2014).
Namun, Pertamina harus langsung membelinya ke produsen yang memproduksi BBN. "Tapi itu nggak jadi soal, karena Pertamina kan banyak punya armada, mulai dari kapal hingga truk," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan lagi, untuk BBN yang digunakan untuk solar subsidi (biodiesel) ditargetkan tahun ini mencapai 1,644 juta kilo liter (KL) dari total target biodisel tahun ini sebanyak 4,02 juta KL.
"Tahun ini target BBN mencapai 4,02 juta KL dengan rincian biodiesel yang subsidi sebanyak 1,644 juta KL, untuk pembangkit listrik 808.000 KL dan sisianya untuk trasportasi dan industri yang dipasok Shell, AKR, Total dan lainnya sebanyak 1,567 juta KL," rincinya.
Dengan target 4,02 juta KL tersebut, dapat menghemat devisa negara sebesar US$ 3,1 miliar dolar.
"Devisa kita hemat US$ 3,1 miliar, jadi devisa kita hemat karena tidak perlu impor solar sebanyak 4,02 juta KL setahun, penghematan ini juga bisa menutupi pendapatan dari sektor minerba yang turun akibat larangan ekspor mineral mentah. Tapi kan 2017 pendapatan dari sektor minerba akan berlipat-lipat naikknya," tutupnya.
(rrd/dnl)











































