"Masa depan energi Indonesia ada di sini, ada di biodiesel ada pada kemiri sunan," ujar Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo ketika mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Pakuwon, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/2/2014).
Susilo meyakini, dengan produktivitas kemiri sunan yang sudah berbuah ketika umurnya 4 tahun dan dapat menghasilkan 50-300 Kg per pohon per tahun. Tingkat rendemen minyak kasar 52% dari karnel dan rendemen biosolar mencapai 88% dari minyak kasar, ini akan menjadi jalan keluar ketergantungan Indonesia pada impor solar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susilo yakin kemiri sunan ini bisa menjadi jalan keluar untuk mengurangi impor BBM khususnya sola. Ia berjanji akan terus memantau perkembangan kemiri sunan di Indonesia.
"Ini kunjungan saya keempat kali selama jadi Wamen, ini karena saya lihat ini luar biasa, harus kita geber, akan banyak menolong negara kita, masa depan energi kita," tutupnya.
Pemerintah kini mewajibkan pencampuran biodiesel hingga 10% terhadap produk BBM solar untuk menekan impor minyak dan BBM.
(rrd/hen)











































