Importir Minyak Tak Senang Pemerintah Dorong Biodiesel

Importir Minyak Tak Senang Pemerintah Dorong Biodiesel

- detikFinance
Senin, 10 Feb 2014 12:31 WIB
Importir Minyak Tak Senang Pemerintah Dorong Biodiesel
Jakarta - Program peningkatan penggunaan biodisel ditargetkan dapat menghemat devisa negara US$ 3,1 miliar tahun ini. Walau banyak manfaatnya bagi negara, program ini banyak ditentang, salah satunya oleh importir minyak.

"Siapa bilang biodiesel (campuran 10% bahan bakar nabati ke solar) merusak mesin? itu kan kampaye para importir minyak saja yang tidak suka pemerintah dorong biodiesel. Ya importir kan keuntungannya kurang, ada biodiesel kita lebih hemat, bagi mereka sekarang untungnya dari 10 cuma untuk 8," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Rida Mulyana kepada detikFinance, Senin (10/2/2014).

Rida mengatakan, bahkan ujicoba dan penelitian sudah dilakukan oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dan hasilnya biodiesel yang dicampur BBN hingga 30% aman dan tidak merusak mesin.

"Hasil penelitian dan ujicoba Lemigas membuktikan 30% BBN dicampur ke solar jadi biodiesel tetap aman, mesin tidak rusak. Saat inikan pemerintah masih dorong 10%, nanti terus meningkat," ungkapnya.

"BBN yang dicampur ke solar juga tidak sembarangan, harus sesuai SNI yang ditetapkan Kementerian ESDM," katanya.

Sebelumnya Rida juga mengatakan, untuk BBN yang digunakan untuk solar subsidi (biodiesel) ditargetkan tahun ini mencapai 1,644 juta kilo liter (KL) dari total target biodiesel tahun ini sebanyak 4,02 juta KL.

"Tahun ini target BBN mencapai 4,02 juta KL dengan rincian biodiesel yang subsidi sebanyak 1,644 juta KL, untuk pembangkit listrik 808.000 KL dan sisianya untuk trasportasi dan industri yang dipasok Shell, AKR, Total dan lainnya sebanyak 1,567 juta KL," rincinya.

Dengan target 4,02 juta KL tersebut, dapat menghemat devisa negara sebesar US$ 3,1 miliar dolar.

"Devisa kita hemat US$ 3,1 miliar, jadi devisa kita hemat karena tidak perlu impor solar sebanyak 4,02 juta KL setahun, penghematan ini juga bisa menutupi pendapatan dari sektor minerba yang turun akibat larangan ekspor mineral mentah. Tapi kan 2017 pendapatan dari sektor minerba akan berlipat-lipat naikknya," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads