Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian M Syakir mengatakan, Indonesia memiliki banyak tanaman penghasil biofuel.
"Indonesia banyak memiliki tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai biofuel. Selain kemiri sunan, kita punya potensi dari kelapa sawit, kelapa, tebu, ubi kayu, sagu, nipah sampai sorgum," ungkap Syakir dihubungi, Senin (10/2/2014).
Syakir mengatakan, potensi paling besar tentunya dari kelapa sawit, Indonesia mempunyai lahan sawit kurang lebih seluas 9 juta hektar.
"Dari 9 juta hektar tersebut, produksi sawit nasional mencapai 23,5 juta ton berpotensi bisa digunakan sebagian untuk produksi biodiesel mencapai 5,6 juta kilo liter," katanya.
Ia membahkan, selain kelapa sawit, Indonesia juga punya potensi di kelapa di mana saat ini luas lahan perkebunan kelapa total mencapai 3,8 juta hektar dengan produksi 3,3 juta ton kelapa per tahun, dan memiliki potensi jadi biofuel sebanyak 450.000 kilo liter.
"Tebu kita punya 430.000 hektar dengan produksi tebu 3,1 juta ton per tahun dan memiliki potensi 411.000 kilo liter biofuel, ubi kayu luas lahan 1,2 juta hektar tapi produksinya masih difokuskan untuk pangan, ada juga sagu yang ada lahannya total 1,2 juta hektar dengan potensi biofuel sebanyak 750.000 kilo liter dari 25% produksi sagu dalam setahun yang mencapai 5 juta ton," ungkapnya.
"Ada pula nipah yang produksi setahun mencapai 292.000 kilo liter sampai sorgum yang bisa menghasilkan bioethanol," imbuhnya.
Namun, semua potensi biofuel yang dimiliki Indonesia saat ini, tidak akan berhasil jika tidak adanya dukungan banyak pihak.
"Mulai dari pemanfaatan hasil pertanaman yang ada, perluasan areal tanaman penghasil bioenergi, dukungan lahan, harga sampai integrasi perkebunan energi, dari perkebunan ada yang mengolahnya menjadi biofuel," tutupnya.
(rrd/hen)











































