Mau Bangun Kilang, Pengusaha Ini Booking Minyak Iran

Mau Bangun Kilang, Pengusaha Ini Booking Minyak Iran

Agus Setiawan - detikFinance
Selasa, 11 Feb 2014 14:40 WIB
Mau Bangun Kilang, Pengusaha Ini Booking Minyak Iran
Foto: Rudy Rajab (Paling Kanan)
Jakarta - Sebuah perusahaan swasta Indonesia hari ini menandatangani komitmen pasokan minyak mentah dengan Iran hingga 300 ribu barel per hari. Komitmen ini dilakukan, karena perusahaan tersebut berencana membangun kilang minyak.

Adalah Rudy Rajab, Presiden Direktur Kreasindo Resources Indonesia yang berencana membangun kilang minyak di Indonesia. Namun pembangunan kilang ini dilakukan pada 2015 nanti.

Penandatangan perjanjian kontrak ini dilakukan di Hotel JW Marriott, antara Kreasindo dengan perusahaan minyak Iran, Nakhle Barani Pardis (NBP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Target kami adalah mengikat dulu supaya minyak tidak diberikan ke pihak lain. Istilahnya di-booking. Sebab yang incar minyak Iran sangat banyak, kalau kita tidak mengikatnya, keburu diambil yang lain," kata Rudy, Selasa (11/2/2104).

NBP merupakan perusahaan asal Iran yang sanggup menyediakan minyak mentah 20 ribu barel hingga 300 ribu barel per hari. Minyak ini merupakan minyak mentah berjenis berat. Nantinya minyak mentah ini nanti akan ditampung dan diolah menjadi BBM pada kilang PT Kreasindo.

Rudy menyebutkan pembangunan kilang minyak mentah masih tahap rencana. Lokasinya berada di Jawa Barat atau Banten.

"Opsi lokasi ada di Jawa Barat atau Banten. Kedua lokasi itu mempunyai plus minus di mana menyangkut pula ketersediaan pelabuhan, utilitas. dan sebagainya. Tapi pembebasan lahan murni akan dilakukan pihak swasta tidak melibatkan pemerintah," jelas Rudy.

Pembangunan kilang minyak mentah akan dimulai pada tahun 2015, sehingga dalam waktu tiga tahun kemudian minyak mentah dari Iran bisa kita ambil untuk diolah.

"Jadi diharapkan (kilang) bisa ground breaking cepat di 2015, dan pada 2018 bisa on stream atau mengambil minyaknya," imbuh Rudi

Sementara untuk pembiayaan pembangunan kilang mentah ini pihaknya akan menggandeng perusahaan swasta lainnya.

"Kita tidak bisa bangun kilang sendiri, investasinya pasti di atas US$ 3 miliar. Jadi cari mitra swasta. Komposisi pendanaannya bisa 30% dari kami dan 70% dipenuhi dari perbankan," sambut Rudy.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads