Adalah Rudy Rajab, Presiden Direktur Kreasindo Resources Indonesia yang berencana membangun kilang minyak di Indonesia. Namun pembangunan kilang ini dilakukan pada 2015 nanti.
Penandatangan perjanjian kontrak ini dilakukan di Hotel JW Marriott, antara Kreasindo dengan perusahaan minyak Iran, Nakhle Barani Pardis (NBP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NBP merupakan perusahaan asal Iran yang sanggup menyediakan minyak mentah 20 ribu barel hingga 300 ribu barel per hari. Minyak ini merupakan minyak mentah berjenis berat. Nantinya minyak mentah ini nanti akan ditampung dan diolah menjadi BBM pada kilang PT Kreasindo.
Rudy menyebutkan pembangunan kilang minyak mentah masih tahap rencana. Lokasinya berada di Jawa Barat atau Banten.
"Opsi lokasi ada di Jawa Barat atau Banten. Kedua lokasi itu mempunyai plus minus di mana menyangkut pula ketersediaan pelabuhan, utilitas. dan sebagainya. Tapi pembebasan lahan murni akan dilakukan pihak swasta tidak melibatkan pemerintah," jelas Rudy.
Pembangunan kilang minyak mentah akan dimulai pada tahun 2015, sehingga dalam waktu tiga tahun kemudian minyak mentah dari Iran bisa kita ambil untuk diolah.
"Jadi diharapkan (kilang) bisa ground breaking cepat di 2015, dan pada 2018 bisa on stream atau mengambil minyaknya," imbuh Rudi
Sementara untuk pembiayaan pembangunan kilang mentah ini pihaknya akan menggandeng perusahaan swasta lainnya.
"Kita tidak bisa bangun kilang sendiri, investasinya pasti di atas US$ 3 miliar. Jadi cari mitra swasta. Komposisi pendanaannya bisa 30% dari kami dan 70% dipenuhi dari perbankan," sambut Rudy.
(dnl/dnl)











































