Salurkan BBM ke Pelosok, Pertamina Rogoh Rp 3,4 Triliun

Salurkan BBM ke Pelosok, Pertamina Rogoh Rp 3,4 Triliun

- detikFinance
Rabu, 12 Feb 2014 11:25 WIB
Salurkan BBM ke Pelosok, Pertamina Rogoh Rp 3,4 Triliun
Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengelontorkan dana sebesar US$ 340 juta untuk membangun infrastruktur hilir minyak dan gas, untuk memperkuat distribusi BBM ke pelosok negeri. Uang sebanyak itu digunakan untuk membangun 7 proyek mulai dari membeli kapal hingga membangun tangki timbun BBM.

β€œHari ini Pertamina meresmikan proyek-proyek yang diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja dan tugas-tugas Pertamina sebagai Indonesia’s National Energy Backbone atau perusahaan yang mampu menjadi tulang punggung penyediaan kebutuhan energi dalam negeri sekaligus untuk memantapkan posisi perusahaan dalam penguasaan bisnis niaga migas baik di level nasional, regional, maupun Internasional,” tutur Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan, di acara Groundbreaking dan Peresmian Proyek-Proyek Investasi Direktorat Pemasaran dan Niaga, di Pulau Sambu, Rabu (12/2/2014).

Karen mengungkapkan, proyek-proyek yang diresmikan meliputi, pertama peningkatan kapasitas TBBM Pulau Sambu hingga mencapai 300.000 KL dengan dermaga berkapasitas LR 100.000 DWT (bobot mati) yang dilengkapi dengan fasilitas Terminal Automation System

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fasilitas ini juga dilengkapi dengan blending untuk produk Solar dan MFO berstandar Internasional," ucap Karen.

Karen menambahkan, proyek kedua, pengembangan TBBM Tanjung Uban dengan tambahan kapasitas tangki timbun sebesar 200.000 KL lengkap dengan Terminal Automation System dan dermaga baru berkapasitas LR 100.000 DWT, serta fasilitas blending Mogas yang dapat meningkatkan fleksibilitas pembelian impor produk Premium atau HOMC 92 dan Naphta.

"Kedua proyek ini akan tuntas pada akhir 2016," katanya.

Karen melanjutkan proyek ketiga, terminal LPG Panjang, Lampung dengan kapasitas tangki timbun 5.000 metrik ton yang telah melayani pasokan LPG untuk Lampung dan sekitarnya sekaligus sebagai buffer stock untuk wilayah Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Proyek selanjutnya keempat, kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) berkapasitas 84.000 cubic metric (setara dengan 50.000 Ton LPG) dengan panjang kapal 225,8 meter yang merupakan terbesar di dunia.

"Kapal VLGC ini merupakan bagian dari rencana penambahan armada milik Pertamina untuk memperkuat jumlah armada kapal milik Pertamina, khususnya tipe LPG carrier untuk meningkatkan efisiensi dan memperlancar distribusi LPG ke seluruh wilayah Indonesia serta meningkatkan posisi tawar Pertamina di antara para ship owners," ungkapnya.

Selanjutnya adalah tiga proyek Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di tiga lokasi bandara Internasional, yaitu DPPU Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, DPPU Hassanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, dan DPPU Bandara Internasional Lombok, Mataram, NTB.

"Ketiga proyek pembangunan DPPU tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bisnis penjualan Avtur Pertamina dalam dunia penerbangan nasional maupun internasional," tutupnya.

(rrd/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads