"Kerugian dari bisnis elpiji 12 kg tahun ini masih tinggi, mencapai Rp 6 triliun. Kalau tahun lalu mencapai Rp 5,6 triliun," ungkap Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, ditemui di Pulau Sambu, Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2014).
Hanung mengatakan, untuk mengurangi kerugian Rp 6 triliun tersebut, Pertamina berencana menaikkan kembali harga elpiji 12 kg pada 1 Juli 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg pada 1 Juli 2014 sebesar Rp 1.000 per kg. "Naiknya cuma Rp 1.000 per kg, ini untuk mengurangi kerugian saja," ujarnya.
Hanung menambahkan, Pertamina sudah mengirimkan surat kepada Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait rencana kenaikan harga elpiji 12 kg ini.
"Kenaikan ini merupakan amanat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pertamina juga sudah memberikan surat pemberitahuan kepada Menteri ESDM dan Menteri BUMN," tutupnya.
(rrd/dnl)











































