Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pembangunan kilang memang membutuhkan dana yang besar. Biaya investasi untuk membangun kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari membutuhkan investasi US$ 9 miliar atau sekitar Rp 90 triliun. Sedangkan keuntungan yang didapat bisa cuma 2% sampai 3% per tahun.
Besarnya biaya tersebut membuat tak banyak perusahaan yang sanggup investasi. Hidayat menyebutkan hanya ada beberapa pengusaha atau negara saja yang mampu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat juga mengatakan, sulitnya membangun kilang minyak di Indonesia bisa jadi karena ada pihak yang malah senang bila Indonesia terus mengimpor BBM.
"Kalau ada orang yang mempersulit berbagai macam wacana untuk kilang ini, mungkin juga karena ada orang yang mendapat keuntungan manakala kita impor terus minyak. Saya nggak menuduh siapa-siapa tapi tolong dipikirkan," kata Hidayat.
(dnl/dnl)











































