Dolar Bertahan di Rp 12.000 Karena RI Kebanyakan Impor Minyak

Dolar Bertahan di Rp 12.000 Karena RI Kebanyakan Impor Minyak

- detikFinance
Kamis, 13 Feb 2014 15:54 WIB
Dolar Bertahan di Rp 12.000 Karena RI Kebanyakan Impor Minyak
Jakarta - Tingginya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia membuat impor minyak dan BBM makin tinggi. Tiap hari Indonesia butuh dolar banyak untuk mengimpor minyak dan BBM. Ini yang membuat rupiah jeblok.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menuturkan, harga BBM subsidi yang rendah membuat konsumsi BBM di dalam negeri tinggi. Apalagi dengan ekonomi yang tengah tumbuh.

Bila pasokan BBM dalam negeri mencukupi, tentu tidak akan menjadi masalah. Tapi kalau tidak, maka terpaksa harus mengandalkan impor, seperti yang terjadi di Indonesia saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konsumsi yang terus mengingkat. Sekarang ke 48 juta kilo liter. Sementara produksi terus turun ini yang mengakibatkan kita terus impor," ungkap Askolani pada acara diskusi perminyakan di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (13/2/2014)

Impor minyak dan BBM yang besar berdampak pada negatifnya neraca perdagangan alias defisit. Ini sudah terjadi sejak 5-6 tahun yang lalu. Impor juga mengakibatkan devisa negara terkuras.

"Itu yang membuat kurs kita terus melemah. Karena kita banyak mengimpor minyak. Dampaknya ke NPI (neraca perdagangan Indonesia) negatif," jelasnya.

Sementara produksi minyak terus menurun. Askolani menyebutkan tahun ini proyeksi produksi minyak Indonesia hanya mencapai 804 ribu barel per hari. Bila tidak ada langkah yang tepat, maka produksi minyak akan semakin turun dan impor semakin tinggi.

"Ekonomi kita sangat erat kaitanya dengan tekanan dari energi ke depannya," imbuh Askolani.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads