"Saat ini kan cadangan minyak nasional seluruhnya masih disediakan Pertamina, stok kecukupannya dijaga selama 21 hari," ujar Wakil Ketua Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa kepada detikFinance, Jumat (14/2/2014).
Fanshurullah mengungkapkan, BPH Migas ingin tidak hanya Pertamina saja yang menyediakan cadangan operasional BBM nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fanshurullah menambahkan, ide ini bertujuan agar Indonesia memiliki cadangan operasional BBM lebih lama tidak hanya sampai 21 hari.
"Negara-negara di luar sana punya cadangan operasional BBM mencapai 3-6 bulan lamanya, kalau kita hanya ada 21 hari, sangat riskan sekali. Bahkan Jakarta saja hanya punya stok kecukupan BBM selama 3 hari saja, kalau ada apa-apa misalnya pipa minyak di Balongan meledak, bisa habis BBM se-Jakarta dalam 3 hari, setelahnya bisa kosong di mana-mana, ini kan sangat riskan," ucapnya.
Salah satu cara agar badan usaha selain Pertamina, bisa sukarela menyediakan stok BBM, BPH akan memberikan alokasi penyaluran BBM subsidi.
"Biar mereka sukarela tanpa harus dipaksa mau sediakan cadangan BBM, kita akan berikan alokasi penyaluran BBM subsidi, sekarang ini kan 95% lebih masih didominasi Pertamina, nanti kita berikan alokasi berapa persen untuk badan usaha lain tapi syaratnya dia harus mau bangun fasilitas penyimpanan stok BBM," tutupnya.
(rrd/hen)











































