Bambang mengatakan, ada sekitar 30 investor yang ditemui pemerintah. Pertemuan berlangsung 2 hari, dan ada 6 investor yang menyatakan tertarik. Investor yang tertarik itu berasal dari Jepang dan Inggris.
"Yang konsultasi itu empat dari Jepang dan satu BP (British Petroleum/Inggris), dan satu lagi saya lupa apa negaranya," ungkap Bambang di kantornya, Jakarta, Jumat (14/2/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang mengakui, paket insentif sudah tersedia sesuai dengan yang seharusnya. Investor pun, menurut Bambang tidak terlalu mempersoalkan insentif yang sudah disiapkan oleh pemerintah.
"Bahkan dari 6 itu yang nanya insentif pajak itu cuma 1 atau 2 . Itu juga nanyanya akan ada apa nggak. Kita kan bilangnya kita akan siapkan jika memang dibutuhkan, begitu," sebutnya.
Waktu dua hari untuk pengenalan proyek masih tidak cukup. Rencananya, para investor akan diundang ke Indonesia untuk memperlihatkan keseriusan minatnya. Sekaligus untuk membicarakan proyek lebih teknis.
"Berikutnya kita akan buat pertemuan yang akan lebih spesifik, artinya kita ngundang yang benar-benar tertarik. Yang nanti tertariknya kelihatan. Sekarang kita undang untuk menyampaikan rancangan proposal teknis yang lebih detil. Kan mereka juga akan bikin proposal juga kan. itu dilakukan di Indonesia, kan sudah teknis," paparnya.
(mkj/dnl)











































