Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, bila sesuai rencana, maka pada 2018 Indonesia telah memiliki kilang. Dengan asumsi mulai dibangun pada akhir tahun 2014.
"Operasinya pada 2018 target," ujar Bambang kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (14/2/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lahannya di Bontang, Kaltim. Di situ ada tanah yang free and clear, luasnya memadai, secara geografis juga bagus karena di pinggir laut, laut dalam," sebutnya.
Ketersediaan tanah, menurut Bambang merupakan dari paket insentif. Investor diharapkan tidak perlu memikirkan hal itu lagi. Lahan itu pun juga bisa disewa dan tidak perlu dibeli. Sehingga mengurangi biaya perusahaan.
"Pokoknya itu free and clear. Mereka tidak usah pusing dengan ketidakpastianlah. Tanah itu kan bisa dengan sewa. Nggak usah beli. Kan itu bisa mengurangi biaya mereka kan," ungkap Bambang.
Rencananya para investor yang telah berkonsultasi, akan diundang ke dalam negeri untuk memperlihatkan keseriusan minatnya. Sekaligus untuk membicarakan proyek lebih teknis.
"Berikutnya kita akan buat meeting yang akan lebih spesifik, artinya kita ngundang yang benar-benar interest. Yang nanti interest-nya kelihatan. Sekarang kita undang untuk menyampaikan rancangan proposal teknis yang lebih detil. Kan mereka juga akan bikin proposal juga kan. itu dilakukan di Indonesia, kan sudah teknis," paparnya.
(mkj/dnl)











































