Meski Bangun Kilang Baru, RI Masih Tetap Akan Impor Minyak

Meski Bangun Kilang Baru, RI Masih Tetap Akan Impor Minyak

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 14 Feb 2014 16:35 WIB
Meski Bangun Kilang Baru, RI Masih Tetap Akan Impor Minyak
Jakarta - Pemerintah sedang mencari investor untuk membangun kilang minyak baru di Indonesia. Lahan seluas 700 hektar sedang disiapkan di Bontang, Kalimantan Timur. Meski ada kilang baru, bukan berarti Indonesia setop impor minyak.

Memang, produksi minyak Indonesia saat ini hanya sekitar 800 ribu barel per hari, dari kebutuhan konsumsi BBM lebih dari 1 juta barel per hari. Sehingga harus ada impor minyak, namun impor dalam bentuk BBM akan berkurang.

"Emang kilang nggak impor, kan impor crude (minyak mentah). Sama saja impor, ke neraca sama saja. Tapi kita punya ketahanan energi lebih baik. Adalah pengurangan sedikit. Tapi yang penting itu juga menciptakan kedaulatan kita," kata Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta, Jumat (14/2/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kilang dengan kapasitas 300 ribu barel per hari akan dibangun di Bontang, Kalimantan Timur. Targetnya kilang tersebut dapat beroperasi pada tahun 2018. Selain itu, Bambang menyatakan Pertamina juga akan melakukan peningkatan kapasitas kilang.

"Ya kedaulatan, BBM itu dari kilang kita sendiri. Pertamina juga rencananya mau upgrade dan bisame nambah produksi. Tapi itu 2020 baru akan selesai. Tapi masalahnya kalau kilang itu memang lama," jelasnya.

Akibat tidak adanya kilang yang sesuai dengan kebutuhan dalam negeri, pasokan BBM itu hanya bertahan beberapa hari. Maka dari itu pembangunan harus dilakukan secepatnya. "Ya memang cuma beberapa hari," imbuhnya

Selain pembangunan kilang, pemerintah juga melakukan program yang mendukung ketahanan energi. Seperti diversifikasi energi, pemanfaatan biodiesel dan lainnya.

"Ya kita paling enggak ya tadilah bangun kilang, terminal penampungan, itu syarat-syarat minimal lah. Ya atau diversifikasi energi, kita kurangi pemakaian BBM, pakai gas, biodiesel, jadi itu salah satunya kita mengarah ke biodiesel, reneweable (energi terbarukan). Jadi kita isunya terhadap kelangkaan fosil," papar Bambang.

(mkj/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads