"Dalam sehari itu ada 2 kapal kapasitas 35.000 DWT (bobot mati) masuk ke Indonesia untuk mengirim BBM jenis premium," ungkap Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution PT Pertamina (Persero) Suhartoko dihubungi wartawan, Senin (17/2/2014).
Ia mengungkapkan, 1 kapal tersebut yang berisi premium mengangkut sebanyak 200.000 barel. Artinya dalam 1 hari 2 kapal mengirim pasokan premium sebanyakk 400.000 barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhartoko menambahkan, sulit Indonesia saat ini untuk lepas dari ketergantungan impor minyak dan BBM. Ada dua permasalahan selain karena kebutuhan BBM tiap tahun terus meningkat, yakni produksi minyak terus turun dan kedua kapasitas kilang yang tidak cukup bahkan usia kilang minyak Indonesia sudah uzur alias tua.
"Kalau mau setop ketergantungan impor BBM, ya produksi minyak dalam negeri ditingkatkan, paling tidak sesuai kebutuhan BBM 1,5 juta barel/hari, dan yang tidak kalah penting lagi, bangun kilang, kapasitas kilang kita hanya 1 juta barel, apalagi usianya sudah tua, tentu tingkat efisiensinya terus turun," tutupnya.
(rrd/dru)











































