"Kita punya stok minyak mentah sebanyak 9 juta barel. Stok tersebut saat ini tersebar di tangki-tangki penampungan perusahaan minyak yang beroperasi di Indonesia," ujar Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Muliawan ditemui di Gedung DPR, Senayan, Senin (17/2/2014).
Muliawan mengakui, stok minyak tersebut berkurang jauh, karena biasa mencapai 11-12 juta barel. Ini karena Indonesia telah menjual sebagian stok untuk mengejar target pendapatan minyak pada 2013 yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2013 sebesar US$ 31,7 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari stok minyak mentah sebanyak 9 juta barel tersebut, hanya 3 juta barel yang bisa dijual. Sebanyak 6 juta barel tidak bisa disedot, karena berada di dasar tangki.
"Tapi, dari 9 juta barel tadi yang bisa dijual cuma 3 juta barel saja, karena yang 6 juta barel berada di dasar tangki dan karena pipa penyedot minyak nggak sampai ke dasar," ujarnya.
Stok minyak 3 juta barel yang bisa diambil ini sangat sedikit. Bila Indonesia tak mengimpor minyak, maka stok tersebut habis dalam waktu 3-4 hari saja.
"Jadi 3 juta stok minyak mentah yang bisa diambil, kalau sewaktu-waktu Indonesia tidak dapat impor dari luar negeri, stok itu hanya cukup 3-4 hari saja, itu pun kalau yang digunakan 800.000 barel per hari," tutupnya.
Seperti diketahui kebutuhan BBM nasional mencapai 1,5 juta barel per hari, sementara produksi minyak mentah nasional saat ini hanya 804.000 barel per hari. Jumlah produksi minyak masih harus dikurangi bagian perusahaan minyak rata-rata 30%. Artinya yang bisa diolah di kilang dalam negeri hanya sekitar 560.000 barel per hari.
Sementara kapasitas kilang dalam negari mencapai 1 juta barel, hanya tersedia 560.000 barel, sehingga kekurangannya tentu dipasok dari luar negeri. Itu belum cukup, karena masih ada 500.000 barel lagi, dan Indonesia harus mengimpor 500.000 barel dalam bentuk BBM atau produk jadi per harinya.
Saat ini Indonesia hanya punya stok operasional BBM selama 21 hari yang disediakan Pertamina, dan disimpan di depo minyak dan SPBU yang tersebar diseluruh Indonesia.
(rrd/dnl)










































