Sofjan Wanandi Anggap Wajar Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kg

Sofjan Wanandi Anggap Wajar Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kg

- detikFinance
Jumat, 21 Feb 2014 11:43 WIB
Sofjan Wanandi Anggap Wajar Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kg
Jakarta - Kalangan pengusaha skala besar seperti Sofjan Wanandi menanggapi wajar rencana PT Pertamina (Persero) menaikkan harga elpiji 12 Kg secara bertahap mulai Juli 2014-Juli 2016.

"Wajar Pertamina naikkan harga elpiji 12 Kg, karena memang mereka terbebani, harga pasarnya jauh lebih tinggi daripada yang dijual Pertamina," ujar Sofjan Wanandi yang merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kepada detikFinance, Jumat (21/2/2014).

Sofjan mengatakan, dampak terhadap inflasi juga tidak terlalu besar apabila Pertamina menaikkan harga elpiji 12 Kg secara bertahap. "Ya asal bertahap saja, inflasinya dari kenaikan harga elpijinya tidak terlalu besar," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia justru mengkhawatirkan kondisi pasokan logistik bahan pangan yang saat ini terganggu, khususnya akibat meletusnya Gunung kelud dan masih belum baiknya akses jalan akibat banjir.

"Saya yakin ini akan lebih meningkatkan biaya logistik kita, membuat harga pangan nantinya naik dan inflasi makin besar. Saya menyarankan pemerintah segera melakukan impor pangan untuk meredam kenaikan harga saat ini, jangan sampai terlambat, keburu harga sudah pada naik," tutupnya.

Sebelumnya, Untuk mengurangi kerugian dari bisnis elpiji 12 Kg, dan menghindari kegaduhan 1 Januari lalu saat elpiji 12 kg naik, Pertamina akan menerapkan kenaikan elpiji 12 kg secara bertahap.

"Untuk melaksanakan rekomendasi BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan menghindari kegaduhan seperti kemarin, Pertamina diminta pemerintah untuk membuat roadmap kenaikan harga elpiji 12 kg," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya beberapa waktu lalu.

Hanung mengungkapkan, untuk itu rencana kenaikan harga elpiji 12 kg dilakukan secara bertahap. Sehingga tidak memberatkan masyarakat dan tidak ada kegaduhan lagi.

Kenaikan secara bertahap akan dimulai pada 1 Juli 2014 dan dilakukan tiap 6 bulan sekali.

"Jadi harga elpiji 12 kg naik selanjutnya pada 1 Juli 2014. Lalu dilakukan lagi kenaikan pada 1 Januari 2015, baru naik lagi pada 1 Juli 2015, kemudian 1 Januari 2016, dan terakhir 1 Juli 2016," ungkap Hanung lagi.

"Untuk kenaikan pertama 1 Juli 2014 nanti, naiknya hanya Rp 1.000 per kg. Pada 1 Januari 2015 naiknya Rp 1.500 per kg dan seterusnya sampai 1 Juli 2016 naiknya Rp 1.500 per kg," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads